Senin 25 Februari 2019, 09:51 WIB

Trump Tunda Kenaikan Tarif Barang Tiongkok

Antara | Internasional
Trump Tunda Kenaikan Tarif Barang Tiongkok

AFP/NICOLAS ASFOURI

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Minggu (24/2) ia akan menunda kenaikan tarif AS untuk barang-barang Tiongkok berkat perundingan perdagangan "produktif" dan bahwa ia bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping akan bertemu untuk mengesahkan kesepakatan jika kemajuan berlanjut.

Trump telah merencanakan untuk menaikkan tarif menjadi 25% dari 10% pada impor barang-barang dari Tiongkok senilai US$200 miliar ke AS jika kesepakatan antara dua ekonomi terbesar dunia tidak tercapai pada Jumat (22/2).

Presiden mengatakan dalam "tweet"-nya bahwa kemajuan telah dibuat pada sejumlah bidang yang disengketakan termasuk perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, jasa-jasa dan mata uang.

Sebagai hasil dari apa yang dia sebut sebagai "pembicaraan produktif," ia mengatakan: "Saya akan menunda kenaikan tarif AS yang sekarang dijadwalkan untuk 1 Maret. Dengan asumsi kedua belah pihak membuat kemajuan tambahan, kami akan merencanakan KTT untuk Presiden Xi dan saya sendiri, di Mar-a-Lago, untuk menyimpulkan kesepakatan. Akhir pekan yang sangat baik untuk AS & Tiongkok!" 

Mar-a-Lago adalah sebuah resort presiden di Florida, tempat kedua pria itu bertemu sebelumnya.

Presiden tidak menetapkan tenggat waktu baru untuk perundingan dan Gedung Putih tidak memberikan perincian spesifik tentang kemajuan apa yang telah dibuat.

 

Baca juga: AS-Tiongkok Diyakini Capai Konsensus Perdagangan

 

Kantor berita resmi Tiongkok Xinhua melaporkan bahwa AS dan Tiongkok telah membuat "kemajuan substansial" pada isu-isu spesifik dalam putaran pembicaraan terakhir, mengutip delegasi Tiongkok untuk diskusi di Washington.

Keputusan Trump untuk menunda kenaikan tarif AS adalah pertanda yang paling jelas bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan, yang akan mengakhiri perang dagang selama berbulan-bulan. Ancaman kenaikan tarif telah mewakili sebagian besar pengaruh bagi tim Trump.

Pasar, yang peka terhadap perselisihan karena telah memperlambat pertumbuhan global, mendukung langkah tersebut.

Indeks saham berjangka AS dibuka lebih tinggi pada Minggu (24/2) malam ketika perdagangan dimulai untuk minggu ini. E-mini berjangka untuk S&P 500 sedikit menguat setelah "tweet" Trump tentang perdagangan, dan naik sekitar sepertiga persen, menunjukkan Wall Street akan dibuka dengan pijakan yang lebih kuat pada Senin pagi waktu setempat.

Dolar Australia, proksi likuid untuk investasi Tiongkok, mendapat dukungan ringan dari berita dan kenaikan lebih lanjut diperkirakan untuk yuan.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,14% ke level tertinggi sejak Oktober, dan naik 10% untuk tahun ini.

Trump mengatakan pada Jumat (22/2) ada "peluang bagus" kesepakatan akan muncul, dan meramalkan bahwa ia mungkin memperpanjang batas waktu 1 Maret dan bergerak maju dengan pertemuan bersama Xi.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengindikasikan bahwa jika kemajuan berlanjut, pertemuan antara kedua presiden dapat terjadi pada Maret. Tetapi negosiator perdagangan utama Trump, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, menekankan pada Jumat (22/2) bahwa beberapa rintangan utama masih ada. 

Lighthizer telah menjadi suara kunci dalam mendorong Tiongkok untuk melakukan reformasi struktural.

Putaran pembicaraan minggu lalu diperpanjang hingga akhir pekan, dengan para negosiator AS dan Tiongkok membahas masalah-masalah pelik tentang bagaimana menegakkan kesepakatan perdagangan potensial pada Minggu (24/2), menurut seseorang yang akrab dengan pembicaraan tersebut.  Tarif dan komoditas juga menjadi agenda Minggu (24/2), katanya.

Para negosiator telah berusaha untuk memperbaiki perbedaan pada perubahan perlakuan Tiongkok terhadap perusahaan milik negara, subsidi, transfer teknologi paksa dan pencurian siber.

Menyetujui mekanisme penegakan terbukti sulit. Washington menginginkan mekanisme yang kuat untuk memastikan bahwa komitmen reformasi Tiongkok ditindaklanjuti sampai selesai, sementara Beijing bersikeras pada apa yang disebutnya proses "adil dan obyektif". 

Sumber lain yang diberi pengarahan tentang perundingan mengatakan bahwa penegakan hukum tetap menjadi masalah utama hingga Sabtu (23/2).

Reuters melaporkan pada Rabu (20/2) bahwa kedua pihak sedang menyusun nota kesepahaman (MOU) tentang pencurian siber, hak kekayaan intelektual, jasa-jasa, pertanian dan hambatan non-tarif untuk perdagangan, termasuk subsidi.

Trump mengatakan dia tidak menyukai MOU karena mereka jangka pendek, dan dia menginginkan kesepakatan jangka panjang. Itu memicu bolak-balik dengan Lighthizer, yang berpendapat bahwa MOU adalah kontrak yang mengikat. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More