Viral Doa Neno Warisman, PPP: Doa Seharusnya Menyejukkan

Penulis: Micom Pada: Sabtu, 23 Feb 2019, 18:33 WIB Politik dan Hukum
Viral Doa Neno Warisman, PPP: Doa Seharusnya Menyejukkan

Ist

KETUA DPP PPP yang juga Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Lena Maryana menyayangkan do’a Neno Warisman yang saat ini viral di media sosial.

Do’a yang dibacakan Neno itu memberi kesan hanya pendukung calon presiden tertentu saja yang beribadah. Do'a itu pun berpotensi memecah belah masyarakat.

Doa Neno itu telah menjadi kontroversi di masyarakat dan banyak menuai komentar, khususnya di media sosial.

“Seharusnya sebagai figur publik, Neno Warisman menyampaikan do’a yang menyejukkan. Mendo’akan bangsa agar terus maju, kuat, tidak terpecah belah, dan bukan sebaliknya,” kata Lena.

Baca juga : Munajat 212 Bukan Kegiatan Keagamaan Murni

Mengutip Q.S. Al-A'raf: 55, Lena mengingatkan bahwa salah satu adab dalam berdoa adalah berdoa dengan merendahkan diri dan melafalkan dengan suara yang lembut, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Lena berharap semua tokoh masyarakat berperan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Pemilu serentak yang akan berlangsung pada 17 April mendatang.

“Mari kita jaga persatuan bangsa ini. Jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat masyarakat terpecah. Kontestasi politik ini merupakan mekanisme lima tahunan, sementara persatuan yang kita miliki harus tetap langgeng selamanya,” ujar Lena.

Sebagaimana diketahui, saat hadir dalam acara Munajat 212 pada Jumat (21/2) Neno menyebut jika pihaknya kalah dalam Pilpres 2019 ia khawatir tidak ada lagi yang menyembah Allah SWT.

Dalam doanya Neno menyebut “jangan, jangan Engkau tinggalkan kami, dan menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan. Kami khawatir ya Allah, Kami khawatir ya Allah, Tak ada lagi yang menyembah-Mu”. (RO/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More