Sabtu 23 Februari 2019, 15:36 WIB

Menlu Bicara Keberpihakan Indonesia kepada Palestina di Unhas

Lina Herlina | Nusantara
Menlu Bicara Keberpihakan Indonesia kepada Palestina di Unhas

MI/Lina Herlina

 

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi berbicara di hadapan mahasiswa pada kuliah umum di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar. Pada kesempatan itu, Retno menjelaskan seputar pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Dia juga terlibat diskusi dengan para mahasiswa terkait berbagai capaian dan informasi tentang diplomat Indonesia di panggung internasional.

“Intinya kita mendekatkan jarak antara diplomasi Indonesia dengan masyarakat, berbagi ilmu. Tentunya juga mendapatkan masukan balik tentang apa yang dapat diperbaiki,” kata Retno.

Baca juga: Sempat Tertunda, Rakyat Nigeria Bersiap Ikuti Pilpres

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya menegaskan posisi Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina, baik melalui dukungan politik, ekonomi, dan penguatan kapasitas. Desra juga menekankan bahwa Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, selama Palestina belum merdeka. Dia menyebut istilah solusi dua negara, artinya dua negara merdeka, berdaulat, dan setara.

Acara itu merupakan bagian dari rangkaian Diplomacy Festival (Diplofest). Diplofest di Makassar digelar dengan berbagai kegiatan seputar diplomasi. Pada hari pertama, lima pejabat eselon satu Kemenlu membawakan kuliah umum secara serentak di perguruan tinggi berbeda.

Pada kegiatan ini, Makassar merupakan kota kelima tuan rumah Diplofest. Sebelumnya, ajang yang sama digelar di Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Padang. Di hari puncak, beragam kegiatan disiapkan agar mahasiswa bisa menyelami dunia diplomasi.

Dalam Diplofest, mahasiswa diajak terjun langsung merasakan pengalaman menjadi diplomat. Di antaranya, melalui simulasi sidang Dewan Keamanan PBB, bernegosiasi dengan wakil negara lain dalam simulasi sidang bilateral, atau berlatih berbicara di depan publik.

Retno menjelaskan, festival ini digelar karena selama ini dunia diplomasi cenderung masih asing. Masyarakat kebanyakan tidak paham dengan apa yang dilakukan diplomat Indonesia untuk memperjuangkan bangsa.

Pihak Kemenlu juga berbagi ilmu keprotokolan, sehingga mahasiswa bisa mempersiapkan diri dalam menerima tamu penting. “Dengan harapan, masyarakat atau mahasiswa bisa mendapakan pemahaman dari para pelaku diplomasi, dan dapat ditularkan ke luar,” ujar Retno. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More