Sabtu 23 Februari 2019, 14:20 WIB

Sempat Tertunda, Rakyat Nigeria Bersiap Ikuti Pilpres

Arpan Rahman | Internasional
Sempat Tertunda, Rakyat Nigeria Bersiap Ikuti Pilpres

AFP/LUIS TATO

 

RAKYAT Nigeria bersiap kembali untuk pergi ke tempat pemungutan suara setelah pemilihan umum presiden sempat ditunda pekan kemarin. Mereka berharap pilpres ini akan berjalan sesuai rencana Sabtu 23 Februari 2019.
 
Calon petahana, Muhammadu Buhari, dan penantang utamanya, Atiku Abubakar, telah memulai kembali kampanye sepanjang pekan ini. Keduanya berkampanye usai Komisi Pemilihan Nasional (INEC) mengumumkan bahwa pemilu ditunda Sabtu pekan kemarin.

Baca juga: Pembebasan 2 WNI Sandera Abu Sayyaf tidak Mudah
 
INEC menyebut ada sejumlah "hambatan" yang membuat pemilu tidak bisa digelar sesuai jadwal. Salah satu hambatan itu disebut INEC adalah surat suara serta lembar penghitungan yang belum semuanya didistribusikan.

Setelah mengumumkan penundaan, INEC mencoba meyakinkan warga Nigeria bahwa mereka sudah siap melanjutkan pilpres.
 
Sementara itu, seperti dikutip dari laman Guardian, Sabtu 23 Februari 2019,perwakilan khusus PBB untuk Afrika Barat, Mohamed Ibn Chambas, meminta Nigeria "berubah secara besar-besaran" lewat pilpres ini. Tetapi kurang dari setengah dari total populasi Nigeria terdaftar untuk memilih.
 
Pada 2015, tingkat keikutsertaan warga mencapai 44 persen dari 67 juta pemilih terdaftar. Jumlah yang terdaftar di Nigeria telah meningkat menjadi 84 juta di pilpres tahun ini, tetapi penundaan dikhawatirkan memengaruhi mereka yang akan datang ke TPS.
 
Sebagian orang Nigeria sudah menghabiskan waktu dan dana pada pekan kemarin untuk mengikuti pemilu, yang ternyata ditunda. Mereka semua, yang tinggal di daerah jauh dari keramaian, dikhawatirkan tidak bersedia lagi mengeluarkan uang untuk datang ke TPS.
 
Dalam upaya meningkatkan partisipasi, beberapa maskapai penerbangan dan perusahaan bus menawarkan diskon untuk warga lokal. Ada pula beberapa warga yang bersedia membayarkan biaya transportasi bagi para pemilih terdaftar.
 
Perekonomian Nigeria melambat selama masa jabatan pertama Buhari, meski mantan jenderal tersebut pernah berjanji akan mengatasi korupsi yang merajalela.

Baca juga: Iklan Kampanye Antivaksin di YouTube Dihapus

Sementara itu beberapa hari lalu, belasan orang tewas dalam kerusuhan massa pendukung kedua kubu. Kericuhan pecah di akhir pertemuan kampanye kubu petahana di Stadion Adokiye Amiesimaka. Beberapa orang memaksa keluar lewat pintu yang kecil dan berdesak-desakan.
 
Beberapa pekan terakhir, ketegangan meningkat antara APC dan Partai Demokrat Rakyat (PDP) Abubakar. PDP menuding pemerintah berusaha mencurangi pemungutan suara, sementara APC mengatakan partai oposisi mengobarkan kerusuhan. (Medcom.id/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More