Jumat 22 Februari 2019, 06:20 WIB

AS-Tiongkok Diyakini Capai Konsensus Perdagangan

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
AS-Tiongkok Diyakini Capai Konsensus Perdagangan

ist

 

KETEGANGAN antara Tiong-kok dan Amerika Serikat (AS) akan berkurang dalam beberapa bulan mendatang. Kedua belah pihak diketahui telah mencapai konsensus terhadap serangkaian masalah perdagangan. Saat berbicara pada konferensi tahunan China South Morning Post, Asisten Sekretaris Jenderal China Institute for Innovation and Development Strategy, Xie Maosong, mengatakan pihaknya berharap Beijing dan Washington segera mengadakan pembicaraan lebih lanjut dalam tiga bulan ke depan berdasarkan kesepakatan yang dicapai di Washington pekan ini.

Selain perannya di lembaga think tank tingkat tinggi yang mencakup mantan pejabat, diplomat, jenderal militer, dan pengusaha, sosok Xie merupakan profesor pembantu di Sekolah Partai Pusat, yang melatih kader partai senior.

Xie mengutarakan keyakinannya terhadap beberapa hal mengacu tindakan yang diambil pemerintah Tiongkok, khususnya penahanan dua warga Kanada yang dituding membahayakan keamanan negara. Langkah itu tidak lain bertujuan menekan pemerintah Kanada yang menahan eksekutif Huawei. Seperti diketahui, Meng Wanzhou ditahan pada 1 Desember atas permintaan AS. Saat ini, dia berada dalam jamin-an Vancouver.

Pada Januari, pejabat penegak hukum AS mengajukan 23 tuntutan pidana terhadap Huawei dan Meng Wanzhou. Di antaranya terkait dengan pencucian uang, penipuan, konspirasi, dan pencurian kekayaan intelektual. Pernyataan Xie mengemuka tak lama setelah Wakil Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Liu He, tiba di AS untuk menghadiri pembicaraan perdagangan tingkat tinggi.

Tim negosiasi AS dipimpin Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer. Liu merupakan utusan khusus Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang akan membahas peluang nota kese-pahaman untuk menunda perang dagang di antara kedua negara.

Selesaikan perbedaan

Xie menuturkan, AS-Tiongkok dapat menyelesaikan beberapa perbedaan meski prosesnya terbilang rumit. "AS tidak akan menghapus semua kebijakan tarifnya karena ingin menyisakan ruang untuk negosiasi. Mungkin akan ada putaran pembicaraan lagi. Pada Juni nanti, sebagian besar tarif untuk komoditas asal Tiongkok senilai US$250 miliar akan dicabut," ucap Xie.

Sejauh ini, kata dia, Tiongkok bersedia membuat konsesi perdagangan. Mengingat surplus perdagangan Tiongkok relatif besar, hal tersebut dinilai tidak akan membuat perubahan struktural.

"AS bisa mendapatkan beberapa manfaat dari aspek perdagangan, tapi harus mengakui adanya masalah struktur ekonomi," pungkas Xie seraya menekankan konsesi perdagangan penting bagi Tiongkok untuk mendapatkan waktu penyangga di tengah pelambatan ekonomi.

Presiden AS Donald Trump mungkin ingin mencapai kesepakatan perdagangan untuk membantu kampanye pemilihan presiden pada akhir tahun ini.

"Pada kesempatan itu, Trump bisa mengklaim keberhasilannya dalam menyelesaikan konflik perdagangan AS-Tiongkok," papar Xie.

Ekonomi AS diperkirakan memasuki siklus resesi tahun ini setelah mencapai pertumbuhan tinggi selama satu dekade. Anjloknya bursa saham akhir tahun lalu menjadi awal pelemahan ekonomi. Bagaimanapun mencuatnya konflik dagang telah mengungkap banyak persoalan di Tiongkok, sekaligus mendorong reformasi lebih dalam untuk 10 atau 20 tahun ke depan.

Kondisi tersebut juga mencerminkan hubungan kedua negara telah berubah. (Southchinamorningpost/I-1)

Baca Juga

AFP/File / JUAN BARRETO

Jenderal Gembong Narkoba dari Venezuela Diserahkan ke AS

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:11 WIB
Pensiunan jenderal yang bernama Cliver Alcala menyerahkan diri kepada otoritas Kolombia pada Jumat (27/3) waktu...
AFP/File / MOHAMMED HUWAIS

Saudi Tangkal Serangan Misil dari Kelompok Houthi dari Yaman

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 29 Maret 2020, 11:35 WIB
Pihak pasukan koalisi negara Arab yang dipimpin Saudi langsung menunjuk bahwa pelaku serangan dengan misil tersebut adalah kelompok...
AFP

Korban Meninggal di Inggris karena Covid-19 Lampaui 1.000 Orang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 29 Maret 2020, 11:25 WIB
Jumlah kematian akibat wabah virus covid-19 di Inggris telah meningkat menjadi 1.019. Padahal sehari sebelumnya berjumlah 759...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya