70% Masyarakat Nyaman Mengurus Sendiri Layanan Publik

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Kamis, 21 Feb 2019, 15:15 WIB Politik dan Hukum
70% Masyarakat Nyaman Mengurus Sendiri Layanan Publik

Dok. MI

ANGGOTA Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan, dalam survei yang dilakukan Ombudsman, diketahui bahwa sebagian besar pengguna layanan masih nyaman mengurus secara langsung dibandingkan mengunakan mekanisme daring dan jasa perantara.

"Ada beberapa opsi ketika seseorang hendak mengurus layanan, bisa mengurus sendiri, mekanisme daring, jasa perantara atau menghubungi saudara, ternyata 70% masih berpikir mengurus sendiri," kata Adrianus, di Gedung Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Kamis (21/2).

Adrianus tidak memungkiri, masyarakat lebih nyaman datang sendiri untuk pengurusan layanan. Meskipun ada beberapa satuan kerja yang menyiapkan mekanisme daring.

"Itu hanya ada 17,40% yang mengunakan jasa online. Artinya masyarakat lebih suka dan kemudian dilayani secara langsung ketimbang mengunakan jasa online," sebutnya

Baca juga: KPK Serahkan Aset Rampasan ke Kejagung dan BNN

Dalam rangka kenyamanan mengakses informasi terkait standar layanan. sebut Adrianus, sebagian besar, mencapai 51,60%, lebih memilih bertanya langsung kepada petugas.

"Ini merasakan jika mereka direspon langsung, disambut ramah dan jelas, itu lebih nyaman daripada melalui online tadi. Ini karakter orang Indonesia yang lebih suka pelayanan yang sifat personal," terangnya.

Rinciannya, 17% masyarakat akan mencari informasi secara daring, 22% melihat pengumuman di ruang layanan, dan hanya 2% yang bertanya pada orang lain.

Adrianus tidak memungkiri, proses itu masih membuka peluang terjadinya tindakan maladministrasi apabila tidak diiringi dengan peningkatan kompetensi petugas layanan serta peningkatan supervisi dari atasan ataupun pihak lain

"Untuk itu akan kita cek, seberapa jauh masyarakat 10 provinsi yang mengetahui tentang maladministrasi, ternyata 78% belum mengerti apa itu maladministrasi," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More