Kamis 21 Februari 2019, 12:15 WIB

Dicabut Kewarganegaraannya, Remaja Inggris Mengaku Terkejut

Basuki Eka Purnama | Internasional
Dicabut Kewarganegaraannya, Remaja Inggris Mengaku Terkejut

Medcom.id/ABC

 

SEORANG remaja Inggris yang bergabung dengan kelompok ekstremis Islamic State (IS) mengaku terkejut setelah kewarganegarannya dicabut ioleh pemerintah Inggris/

Shamima Begum yang bertolak ke Suriah pada 2015 dan kini ingin kembali ke Inggris setelah pekan lalu melahirkan di sebuah kamp pengungsi di Suriah mengatakan keputusan pemerintah Inggris itu tidak adil.

"Saya sedikit terkejut," ujar Begum kepada ITV News mengenai pencabutan kewarganegaraan yang diumumkan pemerintah Inggris lewat surat kebada ibunya pada Selasa (19/2).

Namun, Begum mengaku memiliki opsi untuk mengajukan kewarganegaraan ke Belanda, negara asal suaminya, pejuang IS yang saat ini ditahan pasukan Kurdi di Suriah.

"Mungkin saya bisa minta kewarganegaraan ke Belanda. Jika dia dikirim ke penjara di Belanda, saya bisa menunggu hingga dia dibebaskan," kata Begum.

Baca juga: Gabung IS, Kewarganegaraan Perempuan Inggris Dicabut

Seorang pejabat kementerian kehakiman Belanda menolak berkomentar mengenai pernyataan Begum itu. Namun, seorang pakar kewarganegaraan mengatakan peluang Begum mendapatkan kewarganegaraan Belanda sangat minim mengingat persyaratan yang harus dilaluinya.

Kasus Begum menggarisbawahi dilema yang dihadapi sejumlah negara Eropa mengenai apakah mereka akan mengizinkan petempur dan simpatisan IS kembali ke negara mereka.

Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid, Rabu (20/2), mengatakan pencabutan kewarganegaraan adalah senjata kuat yang tidak bisa digunakan begity saja.

"Namun, saat seseorang mengabaikan nilai dasar kita dan mendukung terorisme mereka kehilangan hak untuk otomatis kembali ke Inggris," tegas Javid.

Namun, Javid mengatakan bayi Begum harus mendapatkan perlakuan berbeda.

"Anak-anak tidak boleh menderita. Jadi, jika orangtuanya kehilangan kewarganegaraan Inggris, hal itu tidak berlaku untuk anak mereka," ungkapnya.

Begum melahirkan anak ketiganya pada akhir pekan lalu dan meminta pemerintah Inggris untuk mengizinkannya membesarkan anaknya di Inggris. Namun, dia menolak menyatakan menyesal pernah bergabung dengan IS. (AFP/OL-2)

Baca Juga

Victoria Jones / POOL / AFP

Cegah Covid-19, Perawat di Inggris Kampanye Berbahasa Indonesia

👤Antara 🕔Senin 01 Juni 2020, 05:26 WIB
Pensosbud KBRI London Okky Diane Palma mengatakan KBRI London bangga ada perawat dari Indonesia yang ikut mengampanyekan bahaya covid-19...
FP/JAIME REINA

Spanyol Berencana Perpanjang Karantina Hingga 21 Juni

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 23:05 WIB
Langkah itu akan jadi karantina wilayah terakhir yang diberlakukan di Spanyol mengingat jumlah pasien positif telah turun...
Antara

Parlemen Thailand Setujui Dana Rp849,96 T untuk Dampak Pandemi

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 22:11 WIB
Parlemen Thailand menyetujui tiga rancangan undang-undang tentang paket bantuan ekonomi senilai 1,9 triliun baht (sekitar Rp849,96...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya