Stunting Turun 14,4%

Penulis: (YK/Ant/N-2) Pada: Selasa, 19 Feb 2019, 22:30 WIB Nusantara
Stunting Turun 14,4%

MI/Supardji Rasban

PEMERINTAH Kabupaten Lamongan­, Jawa Timur, meluncurkan percepatan pencegahan stunting melalui intervensi 1.000 hari pertama kelahiran, sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) lima pilar, dan gerakan masyarakat sehat. Angka prevalensi bayi stunting di Lamongan terus menurun hingga 14,4% pada tahun lalu.

Acara ini mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan dan dihadiri ribuan stakeholders kesehatan yang digelar di Lapangan Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan, Selasa (19/2) siang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Imran Agus Nurali. “Lamongan sudah curi start dalam menuntaskan STBM 5 pilar. Kami baru memasukkannya dalam RPJMN 2020-2024,” ujar Imran.

Imran menyampaikan, penuntasan STBM sangat penting dalam rangka percepatan pencegahan stunting. Meski sebenarnya pemerintah sudah sukses menurunkan angka stunting dari 37,5% pada 2013, menjadi 30,7% pada 2018.

Imran juga memuji Lamongan yang berhasil sebagai daerah yang bebas dari buang air besar sembarangan. Poin ini merupakan salah satu pilar STBM.

Dari Banten, Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kabupaten Pandeglang, Eni Yati,  meminta seluruh komponen berpartisipasi melakukan pencegahan dan penanggulangan stunting.  

Eni Yati mengatakan, untuk mencegah stunting diperlukan intervensi gizi terpadu. “Mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.”

Dari hasil screening, balita terindikasi stunting di 10 desa dan 6 kecamatan, dengan jumlah  415 kasus dari 1.882 balita. (YK/Ant/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More