Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Penulis: Rudi Kurniawansyah Pada: Selasa, 19 Feb 2019, 20:40 WIB Nusantara
Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

MI/Rudi Kurniawansyah

PEMERINTAH Provinsi Riau resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhitung sejak 19 Februari
hingga hampir sembilan bulan ke depan atau 31 Oktober 2019.

Penetapan masa siaga darurat yang terpanjang selama satu dekade penanganan karhutla di Riau itu guna menjamin kelancaran Pemilihan Umum, baik Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Legislatif 2019.

"Kita menetapkan masa siaga darurat Karhutla yang cukup panjang untuk pencegahan. Selain dua daerah yakni Dumai dan Bengkalis yang telah lebih dulu menetapkan status siaga darurat karhutla," Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, di Pekanbaru, Selasa (19/2).

Gubernur menjelaskan, hingga saat ini luas kebakaran hutan dan lahan di Riau sudah mencapai 841,71 hektare (ha). Lahan paling luas terbakar terjadi di Kabupaten Bengkalis, yaitu 625 ha. Kemudian di Kabupaten Rokan Hilir seluas 117 ha, Dumai 43,5 ha, Kepulauan Meranti 20,2 ha, Pekanbaru 16 ha, dan Kampar 14 ha.

"Lahan yang terbakar sudah cukup luas dengan daerah terdampak seperti Bengkalis dan Dumai," jelasnya.


Baca juga: Perhutani Amankan Kawasan Hutan dari Ganja


Wan menambahkan, pertimbangan lainnya dalam penetapan status siaga darurat ialah prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan curah hujan di Riau saat ini relatif sedikit. Sedangkan musim kemarau akan melanda Riau pada Mei atau Juni mendatang.

Selama beberapa tahun terakhir, penetapan status siaga darurat karhutla berlaku sekitar tiga bulan dan akan kembali diperpanjang jika memungkinkan. Namun, mengingat saat ini tahun politik yaitu adanya pergelaran Pilpres dan Pileg maka diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif agar karhutla tidak menganggu pelaksanaan pesta demokrasi itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau yang Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau, Edwar Sanger, mengatakan, satgas akan bekerja lebih fokus untuk mengutamakan pencegahan terjadi Karhutla di Riau.

Pihaknya segera meminta bantuan pusat untuk mengirimkan helikopter pemadam berkapasitas besar untuk kegiatan water boombing Karhutla.

"Karena status siaga darurat maka kita ajukan permohonan bantuan helikopter untuk kekuatan satgas udara membantu pemadaman di areal terbakar," jelasnya.

Saat ini, satgas udara hanya diperkuat helikopter Bell 412 bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan helikopter superpuma bantuan pihak swasta. Dalam pemadaman karhutla berskala besar dibutuhkan setidaknya helikopter Sikorsky dan Kamov yang sanggup mengangkut sebanyak 5 ton air water boombing. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More