Pembangunan Rendah Karbon Dimulai 2020

Penulis: Si Utami Pada: Selasa, 19 Feb 2019, 17:05 WIB Ekonomi
Pembangunan Rendah Karbon Dimulai 2020

ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc.


PEMERINTAH berkomitmen untuk menerapkan pembangunan rendah emisi karbon yang diaplikasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2045.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan pembangunan rendah emisi karbon bukan lagi opsi, tapi keharusan. Keseriusan pemerintah tersebut memerlukan dukungan besar dari berbagai unsur pemerintahan termasuk industri dan masyarakat.

Hal itu dikemukakan Bambang saat membuka Peluncuran Jejaring Indonesia Rendah Emisi, Selasa (19/2), di Jakarta.

"Persiapan RPJMN, kami sudah berupaya memasukkan pembangunan rendah karbon, sudah menjadi mainstream dari dokumen pembangunan rendah karbon. Kalau ekonomi bisa digenjot sampai status negara maju, saat yang sama pula kita siapkan maka kita punya negara dengan basis ekonomi besar, tapi juga rendah karbon, sehingga menjamin keberlangsungan jangka panjang," ujarnya.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, pemerintah melakukan simulasi yang menunjukkan keterbatasan sumber daya alam. Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada energi fosil. Energi tersebut harus segera digantikan oleh energi terbarukan.

Pembangunan rendah karbon akan sangat memperhatikan daya dukung dan daya tampung sumber daya lingkungan hidup. Di situ ada risiko yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Perlu ada intervensi kebijakan sebagai solusi mencegah trade off antara pertumbuhan ekonomi dengan upaya menjaga lingkungan hidup," terang Bambang.

Mantan menteri keuangan ini juga mengungkapkan penggunaan batu bara masih menjadi dominan. Penggunaan batu bara dinilai efisien karena persediaan yang masih banyak dan murah. Namun, nantinya penggunaan batu bara akan digabungkan dengan energi lain yang rendah emisi karbon.

"Batu bara tetap jadi dominan, tapi kita harus tetap menambah porsi energi terbarukan. Batu bara masih banyak, terutama kalori  rendah. Mungkin strateginya dengan mendorong energi terbarukan ke daerah terpencil yang sejauh ini masih menggunakan genset dan bahan bakar diesel," ungkapnya.

Bambang menuturkan saat ini pemerintah sedang mengembangkan energi lain yakni panas bumi, tenaga angin, tenaga surya, geotermal, dan hidro. Selanjutnya penggunaan energi batu bara dapat dikurangi dengan menerapkan penerangan yang sesuai dengan potensi alam.

"Strateginya bauran energi dari yang sudah ada. Mengganti bahan bakar diesel dan melibatkan komunitas masyarakat ygang harus masuk dalam pembangan lima tahun ke depan," tandasnya. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More