Senin 18 Februari 2019, 18:10 WIB

Misi Lingkungan di balik Produk Camilan Sehat

Bintang Krisanti | Weekend
Misi Lingkungan di balik Produk Camilan Sehat

Dok Love & O2

NAMA Delia von Rueti telah dikenal sebagai desainer perhiasan top yang peduli lingkungan. Karya dari perempuan yang bermukim di Bali itu dikenakan oleh selebritas dunia, seperti Lady Gaga dan Sharon Stone hingga para ibu negara.

Namun dunia Delia tidak hanya soal glamoritas. Perempuan asal Pematang Siantar, Sumatera Utara ini telah menyumbangkan 2.500 hektar lahannya di Kalimantan untuk hutan.

Kini Delia bersama putrinya, Kayla von Rueti memperkenalkan produk camilan sehat. Sejurus dengan misi lingkungannya, produk di bawah bendera perusahaan mereka, yakni Love & O2, ini dijual tanpa menggunakan kemasan plastik. Seperti terlihat dalam konfrensu pers di The Food Hall, Kamis (14/2), produk bernama Over Dozzz with Love From Bali itu dijual dalam kemasan kaca dan kertas karton.

"Produk ini snack sehat berupa keripik kelapa dan granola yang dibuat dengan memperdayakan masyarakat yang tinggal di desa Tabanan, Bali dan Kalimantan. Hasil dari penjualan 15% dari setiap produk yang terjual akan didonasikan untuk program pelestarian hutan yang dikelola oleh Love & O2," jelas Kayla.

Selain kampanye tentang makanan sehat, peluncuran produk mereka dibarengi dengan gerakan mengurangi sampah plastik dan menggantinya menggunakan tas daur ulang. 

"Setelah ini kami juga akan mengeluarkan produk kecantikan yang non kimia hingga 100%," jelas Kayla yang berusia 21 tahun

Setelah merambah Kalimantan dan Bali selanjutnya Love & O2 akan melebarkan sayapnya hingga Sumatra. Ia berharap bukan hanya kota-kota itu saja yang dapat ia kembangkan untuk bisnis keripik sehat ini, namun juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan semakin menyadarkan tentang kepedulian terhadap alam, hidup sehat dan berhenti memakai kantong plastik. (Putri Yuniarti/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More