Presiden Minta Setop Gerakan Uninstall Bukalapak

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Minggu, 17 Feb 2019, 07:10 WIB Politik dan Hukum
Presiden Minta Setop Gerakan Uninstall Bukalapak

MI/RAMDANI

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak terutama warganet untuk menghentikan gerakan 'uninstall Bukalapak' guna mendorong anak-anak muda berinovasi dan berkreasi untuk meraih kemajuan Indonesia.

Seruan untuk menghentikan uninstall Bukalapak dilontarkan Presiden Jokowi seusai pertemuan dengan Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Ahmad Zaky di Istana Merdeka, kemarin. Gerakan uninstall Bukalapak menyebar deras sebagai protes atas cicitan Zaky pada Kamis (14/2).

Dalam cicitan yang kini sudah dihapus, Zaky menyoroti dana dari negara untuk sektor penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) yang dinilainya minim dan berharap 'presiden baru bisa menaikkan' anggaran tersebut. Zaky dalam cicitan tersebut juga menyebutkan peringkat negara yang memiliki anggaran besar untuk litbang.

Dalam pertemuan dengan CEO Bukalapak itu, Presiden Jokowi menegaskan tetap akan terus mendorong unicorn, seperti Bukalapak, Tokopedia, Go-Jek, dan Traveloka, untuk memajukan ekonomi Indonesia.

"Kita semuanya harus mendorong anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas. Kita juga ingin mendorong UMKM dari offline supaya masuk online sistem marketplace agar memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain," jelas Jokowi.

Ia juga mengimbau masyarakat pendukungnya untuk bersikap bijak dalam menanggapi cicitan Zaky tersebut. "Kita harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apa pun.

Sebab itu, saya ajak hari ini untuk hentikan, untuk setop 'uninstall Bukalapak' karena ada anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk maju," kata Presiden Jokowi.

Kepada Zaky, Presiden Jokowi menjelaskan dana pengembangan dan riset di Indonesia sudah mencapai Rp26 triliun.

"Namun, ini harus ada sebuah kelembagaan besar agar arahnya jelas, tembakannya tepat, sehingga inovasi di negara ini bisa muncul, sekarang tersebar di kementerian dan lembaga," katanya.

Menurut dia, anggaran riset dan pengembangan sudah besar, tetapi ke depan memang akan terus dikembangkan.

Mengenai peran swasta, Jokowi mengatakan masih dalam proses pembicaraan dalam rangka pengembangan SDM dan inovasi.

Data lama
Secara terpisah, Zaky telah menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Jokowi secara langsung soal cicitannya yang menjadi kontroversi di media sosial itu.

"Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin," ujar Zaky.

Zaky mengakui bahwa data yang ia gunakan terkait dengan anggaran pengembangan dan riset di Indonesia dan perbandingannya dengan negara lain merupakan data lama. Data itu ia dapat dari Wikipedia.

Sementara itu, soal frasa 'presiden baru' dalam kicauannya, ia menegaskan bahwa itu bisa merujuk kepada siapa pun pemenang Pilpres 2019, baik sebagai petahana maupun Prabowo Subianto sebagai penantang.

Zaky juga menyampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi disampaikan bahwa pemerintah sudah punya rencana membuat Indonesia maju berbasis inovasi.

Pertemuan Jokowi dan CEO Bukalapak berlangsung tertutup. Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. (Ant/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More