Jokowi Siapkan Kejutan Prabowo Tampil Rileks

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Minggu, 17 Feb 2019, 06:20 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Siapkan Kejutan Prabowo Tampil Rileks

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

CAPRES Joko Widodo digadang-gadang lebih menguasai materi debat kedua yang berlangsung di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, malam nanti.

Maklum, dalam debat yang mengusung tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup itu, capres nomor urut 01 dinilai telah menjalankan kebijakan terkait seluruh materi debat kedua.

"Kekuatan (Jokowi) pada kerja. Itu menjadi keunggulan. Apa pun Jokowi sudah lakukan," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, kemarin.

Hasto mengakui Jokowi tidak menjual janji dalam debat nanti. "Jokowi menyampaikan apa yang telah dilakukan. Kami jadikan debat betul-betul menghibur, membangun harapan, dan mendidik secara politik."

Juru bicara TKN Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily, menambahkan petahana bahkan kelak membuat kejutan. "Kejutan bisa dilihat nanti dalam debat."

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun memastikan debat berlangsung menarik. Prabowo siap menjelaskan dan menjawab pertanyaan panelis atau  moderator.

"Prabowo akan tampil rileks. Prabowo sangat memahami persoalan krusial, termasuk kesejahteraan petani. Beliau punya kapasitas memimpin Indonesia karena paham persoalan. Moto kami ialah Indonesia menang, Indonesia adil, dan sejahtera untuk kita semua," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dian Islamiati Fatwa.

Anggota BPN Prabowo-Sandi, Danang Triatmojo, memastikan Prabowo siap seratus persen mengikuti debat. "Insyaallah mengikuti (keinginan) khalayak."

Kedua kubu tampaknya juga berusaha optimal agar capres mereka tidak membuat blunder. Pasalnya, blunder yang dilakukan salah seorang calon akan melambungkan elektabilitas pesaingnya.

Dalam debat perdana Kamis (17/1), Prabowo dinilai telah membuat blunder ketika menyebut Jawa Tengah lebih besar daripada Malaysia. Pun ketika melontarkan pernyataan posisi Presiden sebagai chief of law enforcement officer atau panglima tertinggi dalam penegakan hukum.

Enam segmen
Survei LSI Denny JA menunjukkan elektabilitas Jokowi-Amin pascadebat pertama meningkat 0,6%, sedangkan Prabowo-Sandiaga hanya 0,4%.

Pada Januari 2019, elektabilitas Jokowi-Amin mencapai 54,8% jika dibandingkan dengan tingkat keterpilihannya Desember 2018 sebesar 54,2%. Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandi pada Januari 2019 mencapai 31% dan pada Desember 2018 sebesar 30,6%.

Sebenarnya, bukan kali pertama ini Prabowo membuat blunder. Apabila dirunut ke belakang, pada debat pertama capres 9 Juni 2014, Prabowo paling tidak melakukan beberapa blunder secara terbuka.

Salah satunya ketika Prabowo mengemukakan dalam demokrasi tidak boleh ada pernjanjian tawar-menawar kepentingan dan jabatan. Prabowo lupa kalau publik tahu tentang jabatan menteri utama yang dia janjikan untuk Aburizal Bakri dan posisi di kabinet untuk partai-partai koalisi.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan debat di Hotel Sultan dan dihadiri sekitar 600 undangan itu akan berlangsung dalam enam segmen.

"Segmen keempat kami siapkan video lalu kandidat merespons. Kita bisa menilai kemampuan eksplorasi kandidat dalam mencari solusi," tandas Wahyu. (Ins/Gol/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More