Berlanjutnya Teror Pembunuh Bertopeng Bayi

Penulis: Suryani Wandari Putri Pertiwi Pada: Minggu, 17 Feb 2019, 10:00 WIB Weekend
Berlanjutnya Teror Pembunuh Bertopeng Bayi

Wikipedia

Terbangun dari tidurnya, Tree Gelbman yang diperankan Jessica Rothe ini kaget bukan kepalang atas kejadian yang baru menimpanya. Bagaimana tidak, ia baru saja merasakan dirinya telah terbunuh, namun kembali terbangun di atas kasur Carter Davis (Israel Broussard) saat harinya baru dimulai.

Rupanya Tree kembali masuk pada lingkaran tanpa henti karena harus merasakan mati berulang kali dan bangun di hari yang sama. Hingga ia merasa muak dan ingin mengkhiri semuanya.

Kejadian itu persis ia alami di beberapa tahun sebelumnya yang digambarkan pada film pertama "Happy Death Day" di 2017 yang juga mengalami teror pembunuh misterius bertopeng bayi besar. Beruntungnya ia mendapatkan sedikit tanda adanya teror yang dihadapkan pada dirinya.

Sebenarnya, di awal film kedua berjudul Happy Death Dy 2U ini, Tree seakan bertindak sebagai figuran. Sehingga semua orang tertuju pada sosok Ryan (Phi Vu), mahasiswa yang melakukan percobaan ilmiah yang juga mendapat teror dari pembunuh bertopeng bayi ini.

Cerita Ryan itu justru menggiring penonton berspekulasi siapa dan mengapa muncul kembali pembunuh keji bertopeng bayi tersebut. Berniat menolong Ryan, Tree justru harus kembali mengulang-ulang kematiannya. Setelah diselidiki, rupanya hal tersebut disebabkan oleh kesalahan percobaan yang dilakukan Ryan dan kedua temannya Samar (Suraj Sharma) dan Anna (Sarah Bennani). Hal ini kemudian membuka energi kuantum yang mengacaukan dimensi waktu dan Tree malah terjebak di dimensi lain.

Film yang tayang 14 Februari ini memang bergenre horor/komedi dengan mengambil judul plesetan dari Happy Birthday To You. Hal ini berkaitan dengan kematian Tree yang terus berulang, yang kebetulan terjadi di hari ulang tahunnya. Ia pun dihadapi pilihan sulit apakah mau melanjutkan harinya dengan kematian orang-orang di sekitarnya atau kembali ke dimensi asalnya dengan kesempatan mengubah keadaaan dengan memperbaiki alat dimesi waktu. Sembari memperbaiki alat, ia mencoba menebak teka-teki siapa pembunuh sebenarnya.

Alih-alih menyeramkan karena harus melewati kematian berulang kali, cara Tree kembali ke hari ulang tahunnya itu justru membuat semua penonton tertawa. Ia melakukan banyak hal gila untuk mati seperti jatuh dari pesawat, masuk pada alat pencacah pohon dan lainnya.

Di film yang kembali disutradarai Christopher B. Landon ini memang teror pembunuh bertopeng bayi pun tidak seintens di film pertamanya karena pemerannya lebih banyak mengungkap teka teki siapa pembunuhnya. Namun, film sekuel ini mampu menjawab kekurangan di film pertama terkait asal-usul kejadian berulang yang dialami Tree. Christopher pun cukup lihai membagi porsi antara drama remaja, komedi, dan horor, sehingga tak terlalu tegang di hampir semua adegan.

Film horor ini juga dapat menjadi lebih menarik jika alih-alih sekadar 'tempelan', elemen sains digarap lebih serius. Namun, barangkali sang sutradara belum ingin mengelaborasi lebih jauh agar bisa dikembangkannya dalam film lanjutan --yang amat mungkin akan dibuat dengan melihat open ending pada akhir film ini. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More