Jutaan Rupiah hanya untuk Bayonet

Penulis: (Zuq/M-1) Pada: Minggu, 17 Feb 2019, 09:30 WIB Weekend
Jutaan Rupiah hanya untuk Bayonet

DOK. REENACTOR BANGOR

MELAKUKAN reka ulang dengan peralatan lengkap, jelas membutuhkan biaya. Ketika yang digunakan ialah peralatan asli peninggalan sejarah alias relic, kocek yang harus dirogoh bisa jutaan rupiah.

Itu pula yang dilakukan Lufti Imam (45) yang rela mengeluarkan jutaan rupiah untuk bayonet arisaka yang dulunya digunakan tentara Jepang.

"Kalau saya lebih suka relic daripada repro," terang Lufti yang sudah mengkoleksi relic beberapa tema, seperti Jepang, Inggris, Jerman, Amerika, dan KNIL.

Akurasi perlengkapan dan peristiwa ibarat sandi wajib bagi Reenactor. Tidak hanya terbatas pada pakaian dan bentuk peristiwa, tetapi juga waktu dan tempat. Semua harus berlaku layaknya peristiwa tersebut. Biasanya mereka terlebih dahulu membuat cerita skenario berdasarkan bukti dan narasi sejarah. Reenactor mempunyai pakem. Hal itu pula yang membedakan Reenactor dengan cosplay yang lebih fleksibel dan bebas.

"Kita ini merasa diri kita Reenactor karena kita berlaku ini juga. Tapi kita merasa tertekan, kadang-kadang bosan dengan aturan itu. Kok, gitu-gitu saja. Kok, jaman dulu saja. Akhirnya kita suka impresi yang bisa dibilang suka-suka, yang lebih bebas, yang lebih nyeleneh. Bangor itu, kan, nakal kalau bahasa Bogor," terang Dion.

Namun, aturan akurasi itu tidak jarang dilonggarkan. Pasalnya, tidak gampang memperoleh peralatan pendukung yang benar-benar akurat dengan aslinya, seperti lokasi, properti, dan latar peristiwa. Kesulitan itu membuat mereka melakukan penyesuaian.

"Di situlah kendala, kita bicara Inggris, Amerika. Kita gak punya semua itu. Akhirnya kita seolah-olah mainnya studio, montase, digital imaging. Yang akhirnya orang bilang ini bukan foto reka ulang. Itu salah satu hal lain kenapa disebut bangor," tambah Dion.

Mereka tidak akan mengklaim sebagai sebuah foto reka ulang sebab kalau harus selalu berpatok pada reka ulang, mereka punya keterbatasan pada banyak hal.

"Kita tidak membelokkan itu, tapi kita ambil yang di luar itu. Contohnya kita mau reka ulang perang Vietnam, kita cari tempat yang benar-benar mirip dengan Vietnam. Kita sedikit nakal, sedikit keluar dari aturan, yang penting tetap berkarya," pungkas Dion.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More