Busana Segar dari Cerita Muda

Penulis: Suryani Wandari Pada: Minggu, 17 Feb 2019, 07:30 WIB Weekend
Busana Segar dari Cerita Muda

FOTO-FOTO: DOK IFC

Di Jakarta, Ivan Gunawan menghadirkan koleksi yang mengangkat tokoh kartun terkenal Doraemon. Sementara itu, di Semarang, ada peragaan koleksi dari anggota-anggota baru Indonesian Fashion Chamber.

BUSANA-BUSANA bergaya bohemian yang juga kental dengan nuansa timur Indonesia terlihat dari koleksi Emmy Thee. Diperagakan di Semarang, Selasa (29/1), koleksi itu menjadi salah satu dari koleksi para anggota baru Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Gaya bohemian ditampilkan lewat bawahan dan dress bergaya sarung dengan efek rumbai di bagian tepinya. Pada salah satu set tampilan, dress kemban itu dipadukan dengan blus putih dengan lengan rumbai.

"Konsepnya adalah menampilkan kain tenun itu secara utuh, yakni tanpa atau dengan cutting minimalis, seperti wanita Sumba mengenakan sarung," jelas Emmy Thee kepada Media Indonesia.

Ada pula koleksi dari Raegita Zoro. Desainer yang sudah cukup dikenal dengan rancangan edgy serta memadukan unsur adati serta pop dan futuristis itu juga menjadi anggota baru IFC. Raegita membuat koleksi bergaya sporty-adati dengan setelan palazzo-jaket bermaterial lurik yang dipandankan dengan cropped-tank top berwarna hijau neon.

Selain kedua desainer itu, ada sebelas desainer lainnya yang bergabung dalam peragaan bagi para anggota baru IFC tersebut. Hingga saat ini, anggota IFC mencapai sekitar 200 orang yang tersebar di 11 kota di seluruh Indonesia.

Kain adati juga hadir dalam koleksi brand Noor Umer karya Azizah Al Habsy. "Saya pakai tenun Jepara, juga pakai softjeans, linen, dan poliester," jelasnya.

"Harapan saya ke dalam, yaitu secara pribadi dapat lebih lagi mengembangkan karier sebagai desainer dan yang kedua harapan saya ke luar adalah dapat bersama-sama IFC mewujudkan visi dan misi IFC," jelas Emmy.

Berkecimpung di industri fesyen, bukan berarti hanya berjalan sendiri. Para desainer kerap perlu saling bertukar pikiran untuk menggali inspirasi maupun mengembangkan bisnis.

National Chairman IFC yang juga desainer senior Ali Charisma mengungkapkan, jika 13 desainer tersebut terseleksi dari lebih dari 100 desainer yang mendaftar menjadi anggota baru IFC. "Mereka dikurasi dengan cukup ketat. Lebih dari 100 desainer mendaftar, tetapi hanya terpilih 13 desainer. Hal itu untuk dijaga kualitas dan kemampuan mereka," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, jika sebelum dipilih, para desainer terlebih dahulu diberi pelatihan. Hal itu bukan untuk mengarahkan desain mereka, melainkan untuk menguatkan konsep yang telah dimiliki masing-masing desainer.

Ivan dan Doraemon

Di Jakarta, busana-busana menawan juga hadir dari koleksi Ivan Gunawan di pergelaran Modo (Mode Doraemon) 2019 yang diselenggarakan PT Berkat Animasi Internasional Indonesia (AI Indonesia) yang merupakan lisensi tunggal Doraemon di Indonesia, Rabu (13/2), di Atrium Grand Indonesia. Sesuai dengan namanya, pergelaran mode ini mengambil inspirasi dari serial kartun terkenal asal Jepang, Doraemon.

Ivan mengangkat sosok Doraemon dan teman-temannya, yakni Nobita, Shizuka, Suneo, hingga adik Doraemon yang bernama Dorami dalam bentuk siluet berukuran kecil. Siluet-siluet itu ditampilkan sedemikian rupa sehingga jika memandang dari jauh seolah menyerupai motif-motif geometris atau bahkan batik.

"Motifnya dibuat kecil, jadi tidak terlalu tampak dari kejauhan. Memang enggak jadi kartunis banget," kata Ivan sebelum peragaan dimulai. Potongan busananya sesuai dengan ciri khas karya Ivan selama ini yang lady-like, tetapi juga seksi dan tangguh.

Kesan seksi muncul dengan penggunaan bahan menerawang dan dominasi warna hitam. Sementara itu, kesan feminin hadir lewat potongan gaun duyung, gaun bersayap, maupun gaun-gaun midi dengan rok lebar. Palet warna lainnya yang ditampilkan Ivan ialah keemasan dan putih.

"Saya menamai koleksi ini 'kuroba' (bermakna: sayap hitam), yang merupakan interpretasi saya terhadap tokoh Doraemon yang saya cintai sejak kecil. Tergenggam harapan sayap ini membawa Doraemon ke jenjang yang lebih tinggi. Doraemon dengan aroma mapan, elegan, dan mewah yang sejalan dengan karakter desain Ivan Gunawan, tanpa kehilangan kenangan masa kecil yang lekat di dalamnya," jelas Ivan.

Semnatara itu, Direktur AI Indonesia, Helena Irma K Tegoeh, menjelaskan jika pergelaran mode itu guna membidik pasar remaja dan dewasa di Tanah Air. "Kami berkolaborasi dengan beragam desainer Tanah Air agar berada pada jejak tendensi mode masa kini tanpa kehilangan unsur Jepang yang sangat kental melekat pada karakter Doraemon," ujarnya. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More