Subsidi Tarif LRT Harus Ditambah

Penulis: RIFALDI PUTRA IRIANTO Pada: Sabtu, 16 Feb 2019, 08:35 WIB Megapolitan
Subsidi Tarif LRT Harus Ditambah

ANTARA/Yudhi Mahatma

TARIF sebesar Rp12 ribu untuk moda light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) dinilai belum akan berhasil menarik pengguna kendaraan bermotor untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke LRT. Bagi pengguna mobil, harga itu cukup rasional tetapi bagi pengendara motor, harga tersebut belum ideal. "Dengan harga Rp12 ribu untuk LRT Jabodebek masih belum bisa secara penuh berhasil memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke moda transportasi massal LRT," ucap Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas, saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Kepala Daerah Operasi (Daop) I KAI sudah menetapkan tarif lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek Rp12 ribu. Tarif tersebut ditetapkan setelah mendapatkan subsidi pemerintah dan berlaku flat untuk semua lintasan. Semula, tarif LRT direncanakan Rp30 ribu. Adapun subsidi yang diberikan kepada LRT diperoleh dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kepada PT KAI sebagai operator. Adapun alasan mendasar mengenai hal tersebut, menurut Darmaningtyas, ialah jika untuk pengguna mobil pribadi sangat mungkin berpindah dari kendaraan pribadi bermigrasi menggunakan LRT Jabodebek. Harga Rp12 ribu dinilai rasional untuk mengurangi biaya seperti biaya tol dan biaya bahan bakar. Namun, untuk pengguna motor, kata Darmaningtyas, tarif tersebut tidak akan berhasil sepenuhnya memindahkan pengguna sepeda motor bermigrasi menggunakan LRT Jabodebek.

Darmaningtyas mengatakan tarif yang ideal untuk LRT ialah Rp10 ribu. "Saya lebih condong tarif LRT Rp10 ribu dengan konsekuensi subsidi bertambah," kata Darmaningtyas. Selain itu, untuk menarik pengendara motor, dia menilai badan usaha yang mengelola LRT Jabodebek dan juga pemerintah dapat menyediakan lahan parkir di setiap stasiun LRT. "Jika lahan parkir untuk sepeda motor dan sepeda tersebut tersedia sangat memungkinkan untuk para pengguna kendaraan roda dua untuk beralih menggunakan LRT," paparnya.

Ia juga berharap stasiun LRT bisa terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya, jika hal tersebut dapat terealisasi, Darmaningtyas optimistis bahwa kehadiran LRT Jabodebek akan dapat meningkatkan volume pengguna angkutan umum dan mengurangi kemacetan di Jakarta.

Daya angkut

Di sisi lain, Direktur Operasional II Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan bahwa LRT Jabodebek bisa mengangkut 500 ribu penumpang per hari. "LRT nanti minimal mampu mengangkut 500 ribu penumpang per hari," kata Pundjung di Jakarta, kemarin. Untuk dapat mengangkut 500 ribu penumpang per hari, Pundjung menjelaskan waktu yang akan di tempuh LRT Jabodebek dari stasiun awal hingga stasiun akhir seperti Bekasi Timur-Dukuh Atas dan Cibubur-Dukuh Atas bisa ditempuh sekitar 40 menit.

Sementara itu, waktu yang dibutuhkan penumpang untuk menunggu kereta di setiap stasiun nantinya diperkirakan sekitar 3 menit. Sistem persinyalan hingga depo dipersiapkan agar waktu tunggu kereta di tiap-tiap stasiun bisa terealisasi. "Setiap 3 menit ada kereta supaya bisa angkut 500 ribu per hari," kata Pundjung.

Progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodetabek tahap I telah mencapai 58,3%. Dengan rincian progres pada setiap lintas pelayanannya untuk lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur sudah berprogres 78,5%, lintas pelayangan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 46,1%, dan untuk pelayanan 3 Cawang-Bekasi Timur 52,8%. (J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More