NASA Segera Kirim Astronaut ke Bulan untuk Menetap

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Jumat, 15 Feb 2019, 14:30 WIB Internasional
NASA Segera Kirim Astronaut ke Bulan untuk Menetap

AFP/BRENDAN SMIALOWSKI

BADAN Angkasa Luar Amerika Serikat (NASA) mempercepat rencana untuk mengirim kembali astronaut AS ke Bulan. Dan kali ini, badan antariksa AS itu mengatakan orang itu akan menetap di sana.

Administrator NASA Jim Bridenstine, Kamis (14/2), mengatakan kepada wartawan bahwa badan tersebut berencana untuk mempercepat rencana yang didukung Presiden Donald Trump untuk kembali ke Bulan dengan menggunakan perusahaan swasta.

"Sangat penting bagi kita untuk kembali ke bulan secepat mungkin," kata Bridenstine dalam sebuah pertemuan di kantor pusat NASA di Washington. Namun, dia menambahkan rencana itu untuk 2028.

"Kali ini, ketika kita pergi ke Bulan, kita sebenarnya akan tinggal. Kita tidak akan meninggalkan bendera dan jejak kaki dan kemudian pulang ke rumah untuk tidak kembali selama 50 tahun lagi," katanya.

"Kami melakukan hal yang sama sekali berbeda dari setiap negara lain di dunia. Yang kami lakukan adalah, kami membuatnya berkelanjutan sehingga Anda dapat bolak-balik secara teratur dengan membawa manusia."

Orang terakhir yang berjalan di Bulan adalah Eugene Cernan pada Desember 1972, saat misi Apollo 17.

Sebelum manusia menginjakkan kaki di permukaan bulan lagi, NASA bertujuan mendaratkan kendaraan tidak berawak di Bulan pada 2024 dan sudah mengajukan tawaran pada sektor swasta yang sedang berkembang untuk membangun wahana itu.

Baca juga: NASA Nyatakan Misi Opportunity Berakhir

Batas waktu penawaran adalah 25 Maret, dengan pilihan pertama jatuh tempo pada Mei. Ini tenggat waktu yang ketat bagi sebuah agensi yang proyek-proyek sebelumnya telah berjalan bertahun-tahun di luar jadwal dengan anggaran miliaran dolar.

"Bagi kami, jika kami memiliki keinginan, saya ingin terbang tahun ini. Kami ingin cepat," kata Thomas Zurbuchen, associate administrator dari Direktorat Misi Sains NASA.

Namun, dia mengakui bahwa tahun ini mungkin tidak bisa.

Rencana percepatan NASA menyempurnakan Direktif Kebijakan Luar Angkasa yang ditandatangani Trump pada Desember 2017. Kebijakan itu membayangkan kembalinya NASa ke Bulan sebelum misi berawak ke Mars, mungkin pada 2030-an.

NASA berencana membangun stasiun ruang angkasa kecil, dijuluki Gateway, di orbit Bulan pada 2026. NASA akan berfungsi sebagai stasiun jalan untuk perjalanan ke dan dari permukaan bulan. Tetapi tidak akan diawaki secara permanen seperti Stasiun Antariksa Internasional (ISS) yang saat ini dalam orbit Bumi.

Seperti halnya ISS, NASA akan mencari partisipasi dari negara lain, yang dapat menyediakan beberapa kebutuhan yang diperlukan, seperti modul untuk stasiun Bulan atau kendaraan untuk memungkinkan pendaratan di permukaan.

"Kami ingin banyak investor bersaing dalam hal biaya dan inovasi," kata Bridenstine.

Sebelum program berawak ini, NASA juga mendorong mengirim instrumen ilmiah dan alat teknologi lainnya ke Bulan pada 2020 atau bahkan sebelum akhir tahun ini.

"Kami peduli tentang kecepatan," kata Thomas Zurbuchen, Administrator Asosiasi Direktorat Misi Sains NASA. "Kami tidak berharap bahwa setiap peluncuran itu atau setiap pendaratan itu akan berhasil. Kami mengambil risiko." (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More