Kamis 14 Februari 2019, 18:08 WIB

Trek Ekstrim Lembah Siosar Brastagi Sulitkan Peserta IOX 2019

Budi Ernanto | Otomotif
Trek Ekstrim Lembah Siosar Brastagi Sulitkan Peserta IOX 2019

Ist

TIM peserta Indonesia Off-road eXpedition ((IOX) 2019 Andalas, yang start sejak Sabtu (9/2) di Medan, tercatat hanya 3 Tim yang berhasil keluar dari trek Siosar hingga Rabu (13/2)sore.

Mayoritas peserta masih berjibaku untuk bisa keluar dari trek kata Syamsir Alam, offroader nasional yang menjadi Team Leader IOX 2019 Andalas.

Padahal menurut jadwal seluruh peserta sudah tiba di base camp Silalahi Rabu. Ini berarti mayoritas peserta tertinggal 2 hari dari jadwal tambah Syamsir.
 
Setelah start dari Lapangan Merdeka Medan pada hari sabtu, seluruh peserta saat tiba di Brastagi, langsung masuk trek super ekstrim di Siosar dimana untuk menampung 81 kendaraan peserta dibagi dalam dua trek yang sama beratnya.

Peserta dialokasikan waktu 4 hari untuk melalap seluruh trek.
 
Namun kenyataannya hanya peserta terdepan yang mampu memenuhi jadwal waktu yang ditentukan.

"Mayoritas tertahan didalam trek, akibat sulitnya track yang harus dilalui ditambah kerusakan dibanyak kendaraan peserta akibat tidak mampu mengatasi kondisi trek yang bejad," kata Syamsir.
 
Menurut Zulkarnain Danie atau Joel, Ketua Panitia IOX yang juga menjadi peserta dari Tim Badak Mopar, Trekk IOX 2019 Andalas kali ini adalah yang terberat dari seluruh event IOX yang pernah diikutinya. Padahal cuaca cerah dan tidak hujan.

Baca juga : 81 Kendaraan Off-road dan 73 Dirt Bike Ramaikan IOX 2019 Andalas

 “Kalau saja hujan selesai kita semua" kata Joel.
 
Sejumlah peserta lain yang finish belakangan juga menyampaikan kepuasannya atas trek off-road racikan Syamsir Alam yang super ekstrim ini. Semua setuju bahwa track ini yang terbaik dari seluruh event IOX.
 
Kondisi trrek racikan Syamsir Alam memang membuat seluruh peserta harus berjibakutai menghadapi tantangan alam yang super ekstrim.

Peserta harus mampu melewati tanjakan super tajam, menaiki tembok Cina, lumpur yang dalam, turunan yang curam ditengah cuaca dingin.

Bahkan ada trek turunan tajam dimana sebagian peserta mengalami slink (tali) winch putus karena ekstrimnya turunan. Putusnya slink winch adalah kejadian yang sebenarnya jarang terjadi.
 
Kerusakan banyak dialami oleh peserta yang umumnya masalah dengan peralatan winch yang digunakan untuk menarik kendaraan di trek tanjakan atau lumpur.

Kerusakan di winch menunjukan winch bekerja terlalu keras karena medan yang ganas. Bila di medan off-road event lain winch bisa berfungsi dengan single line, pada evemt ini double bahkan triple line baru bisa membuat kendaraan peserta keluar dari track berat yang dilalui.
 
Selain kerusakan winch, banyak peserta yang mengalami overheating (mesin panas) akibat mesin bekerja terlalu keras untuk melalui trek.
 
Peserta motor Dirt Bike IOX juga masuk ke area off-road namun dengan jalur yang berbada dengan kendaraan 4x4.

Trek ini juga tidak mudah dilalui oleh peserta motor. Seluruh peserta basah kuyup akibat harus melalui trek lumpur yang dalam.

Bahkan ada peserta yang harus dibantu ditarik karena tidak sanggup nanjak akibat curamnya trek. Hal biasa melihat peserta motor jatuh bangun melalui trek.
 
Akibat ganasnya trek yang memakan korban kerusakan kendaraan peserta, pada hari rabu ini setelah keluar trek beberapa kendaraan terlihat berhenti baik dijalan dan di bengkel yang ada untuk perbaikan. Beberapa peserta kelihatannya tidak akan bisa start pada hari kamis ini untuk perbaikan.
 
Usai finish di base camp 5 di Silalahi dan beristirahat di pinggir danau Toba yang indah, Kamis (14/2) pagi ini rombongan IOX 2019 Andalas bergerak menuju base camp 6 di Dolok Sanggul yang masih di kawasan Danau Toba yang memberi kesempatan peserta menikmati keindahan wisata Danau Toba. (RO/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More