Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Beruang di Sirkus Dikecam

Penulis: Depi Gunawan Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 17:45 WIB Nusantara
Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Beruang di Sirkus Dikecam

ist

MASYARAKAT Antisirkus Hewan Indonesia mengecam tindakan dugaan pelecehan seksual terhadap Bimo, seekor beruang madu dalam pertunjukan sirkus keliling di Cimahi Mall. 

Mereka menuntut pelecehan seksual tersebut dihentikan, serta atraksi sirkus segera dihentikan.

Bukti video dugaan pelecehan seksual tersebut direkam oleh Masyarakat Antisirkus Hewan Indonesia pada tanggal 3 Februari 2019. Tampak dalam rekaman video, sang pawang memegang alat vital Bimo agar pengunjung sirkus tertawa.

Koordinator Masyarakat Antisirkus Hewan Indonesia, Marison Guciano menuturkan, dalam rekaman video, Bimo dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak wajar hanya demi mendapat keuntungan semata dari para pengunjung.

"Kami menilai, sirkus yang menampilkan seekor beruang madu merupakan bentuk kekejaman dan pelecehan seksual," kata Marison di sekitar lokasi sirkus di pelataran Cimahi Mall, Kota Cimahi, Kamis (14/2).

Menurut dia, pelecehan seksual terhadap Bimo melanggar Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasinya Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 92 Tahun 2018.

"Beruang merupakan satwa langka, kini jumlahnya tinggal sedikit. Peraturan Menteri Kehutanan menyebutkan bahwa lembaga konservasi harus menjamin hewan-hewan ini berperilaku secara halus," ujarnya.

 

Baca juga: Sirkus The Great 50 Show Hibur Warga Gading Serpong

 

Menanggapi kecaman Masyarakat Antisirkus Hewan Indonesia, perwakilan pengelola sirkus menyatakan, dugaan pelecehan terhadap hewan hanya spontanitas saja. Pihaknya bukan bermaksud untuk memegang kemaluan dan hanya untuk menambah hiburan bagi penonton. 

"Maksudnya itu untuk menutupi kemaluan, karena beruangnya itu tidak memakai celana," ungkap koordinator sirkus, Romi.

Dia mengaku, aksi dan tuntutan yang disampaikan Masyarakat Antisirkus Hewan Indonesia ini akan ditampung sebagai bahan evaluasi danperbaikan ke depannya. Romi menyatakan, pihaknya akan mengikuti pedoman, terutama memperhatikan kesejahteraan hewan-hewan yang dipertunjukkan.

"Nanti kita benahi. Mungkin pertunjukan (memegang kelamin) akan kita hilangkan. Pertunjukan kurang bagus, dihilangkan," tuturnya.

Sementara itu, meski di luar arena digelar aksi mengecam atraksi, pihak pengelola masih menggelar sirkus. Hingga selesai, aksi yang dilakukan Masyarakat Antisirkus Hewan Indonesia ini berjalan dengan kondusif. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More