Kamis 14 Februari 2019, 16:45 WIB

BP dan AKR akan Bangun 350 SPBU

Cahya Mulyana | Ekonomi
BP dan AKR akan Bangun 350 SPBU

ANTARA/Reno Esnir

 

BRITISH Petroleum (BP) bersama PT AKR Corporindo Tbk berencana membangun 350 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama satu dekade ke depan. Nantinya, PT Aneka Pertroindo Raya, mitra perusahaan patungan kedua perusahaan tersebut, yang menjadi operatornya.

"BP terkenal di seluruh dunia karena bahan bakar kami berkualitas tinggi, pelumas Castrol, dan kenyamaman luar biasa yang kami tawarkan. Kami senang bisa menghadirkan penawaran bagi Indonesia dengan memberikan banyak pilihan bahan bakar dan layanan kelas pertama," terang Vice President of New Markets BP Downstream, Nealse Smither, saat memberikan keterangan resmi, di Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut dia, rencana pembukaan 350 SPBU oleh BP dan AKR selama satu dekade ke depan sangat bagus. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di kawasan regional.

Baca juga: Pangkas Harga Avtur tidak Strategis

Ia mengatakan SPBU yang akan dikelola perusahaan patungan BP dan AKR itu akan menawarkan bahan bakar inovatif dengan active technologi yang dikembangkan dan diuji coba di laboratorium kelas dunia dan seluruh jenis bensin BP mengandung formula khusus melindungi mesin.

"BP juga bermitra dengan bisnis lokal terkenal yakni Alfamart, Castrol Bike Poin, Toko Kopi Tuku, dan Martabak Orins untuk menawarkan kenyamanan bagi konsumen di Indonesia," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoesoemo mengatakan kemitraan dengan BP memperkuat komitmen bisnis jangka panjang. SPBU nantinya akan disertifikasi sebagai karbon netral melalui program carbon offsetting BP.

"Setiap lokasi SPBU akan memiliki renana penguranngan karbon jangka panjan dengan sisa emisi diimbangi melalui BP Target Neutral," tutupnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More