Gubernur NTT Lantik Empat Bupati

Penulis: Palce Amalo Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 12:20 WIB Nusantara
Gubernur NTT Lantik Empat Bupati

MI/Palce Amalo

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat melantik tiga pasangan bupati dan satu bupati di Aula El Tari Kupang, Kamis (14/2).

Satu bupati yang dilantik ialah Nikodemus Rihi Heke, penjabat bupati Kabupaten Sabu Raijua sebagai bupati periode 2016-2021.

Sementara tiga pasangan bupati periode 2019-2024 yakni pasangan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu-Stefanus Saek, pasangan bupati Timor Tengah Selatan Epy Tahun-Army Konay, dan pasangan bupati Manggarai Timur Andreas Agas-Stefanus Jaghur.

Pelantikan diawali pembacaan sumpah dan janji jabatan yang dibacakan gubernur dan diikuti seluruh bupati dan wakil bupati. Setelah itu mereka diberkati rohaniawan dan diakhiri penandatanganan pakta integritas yang isinya antara lain tidak melakukan penyimpangan keuangan daerah selama menjabat bupati dan wakil bupati.

 

Baca juga: Presiden Lantik Fachrori Umar Jadi Gubernur Jambi

 

Sebelum tiba di ruang pertemuan, para bupati disambut dengan tarian daerah asal Rote Ndao disaksikan ribuan orang yang datang dari daerah asal empat bupati tersebut.

Hadir dalam seremoni pelantikan yakni Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Kapolda NTT Irjen Raja Erizman serta petinggi Polri dan TNI di daerah itu, dan forkompinda.

Adapun Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu adalah bupati perempuan pertama di Nusa Tenggara Timur yang diusung Partai Nasdem. Dia adalah istri mantan Bupati Rote Ndao dua periode berturut-turut yakni 2009-2014 dan 2014-2019.

Kepada wartawan, Paulina mengatakan akan melanjutkan program pro rakyat bupati sebelumnya terutama pengembangan sektor pertanian. Dia juga mengajak seluruh masyarakat Rote Ndao bangkit untuk bekerja keras untuk membangun daerah. 

"Kami akan melayani masyarakat dengan hati," ujarnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More