RSUI Diresmikan buat Masyarakat Umum

Penulis: MI Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 10:25 WIB Megapolitan
RSUI Diresmikan buat Masyarakat Umum

ANTARA / Kahfie kamaru


Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) diresmikan kemarin. Bergedung 14 lantai dan berkapasitas 300 tempat tidur, RSUI disebut memiliki fasilitas yang jauh lebih besar dari rumah sakit pendidikan lainnya.

"Kalau saya lihat dari fasilitasnya, informasinya sudah terintegrasi sistem manajemen informasi yang sudah baik (hospital system)," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir dalam peresmian itu.

Sejumlah kelebihan yang dimiliki RSUI, di antaranya ruang rawat ibu dan anak yang sudah sangat maju. Meski berskala rumah sakit pendidikan, RSUI memiliki ruang perawatan sendiri untuk pelayanan ibu dan anak.

"Ini tidak seperti rumah sakit lainnya. RSUI punya ruang rawat khusus buat ibu dan anak, selain ruang rawat buat umum yang juga ada," bebernya.

Disinggung soal layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Nasir mengatakan hal itu harus menjadi bagian dari pelayanan RSUI. Namun, untuk sementara ini masih ada beberapa hal yang perlu disiapkan.

"Pak Direktur RSUI sudah berkomunikasi dengan BPJS. Rektor UI juga sudah berbicara dengan menteri. Saya juga akan terus berkoordinasi dengan Kemenkes agar RSUI ini nantinya dapat melayani pasien BPJS," ucapnya.

Direktur Utama RSUI Julianto Witjaksono menambahkan, RSUI merupakan salah satu rumah sakit dengan teknologi fasilitas dan alat terlengkap di Kota Depok sehingga dengan adanya RSUI itu diharapkan mampu menekan angka kematian di Kota Depok.

"Harapan kami bisa membantu warga sekitar," katanya.

RSUI menyediakan berbagai layanan, antara lain poliklinik dokter spesialis, poliklinik dokter subspesialis, poliklinik pelayanan primer (dokter umum), poliklinik gigi dan mulut, pengobatan laser pada kelainan mata, klinik kehamilan, serta klinik gangguan haid dan kesuburan. (KG/J-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More