MRT Fase II masih Terganjal Rekomendasi Setneg

Penulis: MI Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 10:10 WIB Megapolitan
MRT Fase II masih Terganjal Rekomendasi Setneg

ANTARA / Hafidz Mubarak A

Pengerjaan moda raya terpadu (MRT) fase II tetap berjalan sesuai dengan rencana awal, yakni dari Bundaran Hotel Indonesia ke Kampung Bandan. PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta selaku pengelola diberikan keleluasaan untuk meneruskan pembangunan ke arah timur untuk membangun depo MRT di kawasan Ancol atau Taman BMW, Tanjung Priok.

Namun, saat ini untuk melaksanakan fase II itu, PT MRT masih menunggu rekomendasi Sekretariat Negara (Setneg) untuk membangun gardu listrik di kawasan Monumen Nasional (Monas). Gardu listrik ini diperlukan untuk mendukung operasional MRT fase II yang seluruhnya ada di bawah tanah.

"Dari Setneg belum ada. Dari kabar terakhir, Setneg masih mengumpulkan dari kementerian yang relevan untuk menjawab. Menurut penjelasan dari Setneg yang kami terima, mereka membutuhkan jawaban berbagai kementerian untuk bisa menjawab," jelas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, kemarin.

Hal itu dikatakan Anies seusai penandatanganan perjanjian hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Pemprov DKI bersama Direktur Pembiayaan dan Transfer Nondana Perimbangan Kementerian Keuangan, Ubaidi Socheh Hamidi. Besarnya dana hibah pusat ke daerah itu mencapai 70,021 miliar yen (Rp8,89 triliun).

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, mengatakan perjanjian dana hibah itu diperlukan untuk menuntaskan penyelesaian proyek moda raya terpadu (MRT) fase II.

Astera mengatakan pihaknya mendukung penuh penyelesaian MRT di Jakarta karena merupakan salah satu proyek strategis nasional.

"Pada prinsipnya, kami di pemerintah pusat mendukung proyek ini secara menyeluruh karena ini merupakan proyek strategis nasional. Sebagaimana diketahui yang namanya hibah, salah satu pembiayaan yang memang dimungkinkan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah," kata Astera.

Dia menambahkan, pemerintah pusat mendorong adanya pembiayaan kreatif lainnya atau creative financing untuk proyek MRT ini, misalnya, pembiayaan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Saat menyikapi belum adanya izin dari Mensetneg, Direktur Utama PT MRT William Sabandar menegaskan proses MRT fase II tetap berjalan. "Rekomendasi dari sana (Kemensetneg) itu perlu, tapi MRT tetap jalan (berproses)," kata William.

Dia juga mengatakan pihaknya tengah melakukan studi untuk menentukan depo kereta MRT. "Kami diminta pemerintah untuk melakukan studi terlebih dahulu sebelum menentukan lokasi depo. Sampai saat ini kami masih lihat di daerah Ancol," katanya.(Ssr/*/J-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More