Kamis 14 Februari 2019, 09:20 WIB

Caleg Bagi-Bagi Minuman saat Imlek Diperiksa Bawaslu

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Caleg Bagi-Bagi Minuman saat Imlek Diperiksa Bawaslu

MI/RAMDANI

 

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangka dan Sentra Gakkumdu menindaklanjuti temuan dugaan caleg yang bagi-bagi minuman kepada masyarakat saat perayaan imlek. Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Corri Ihsan menjelaskan pihaknya sedang menangani temuan tersebut apakah ada unsur pidananya dan tengah diproses oleh Gakkumdu.

"Ada kejadian di Belinyu dan Bakam yang sedang kita tangani. Ada mengatasnamakan salah satu caleg membagikan minuman mendekati Imlek belum lama ini," ujarnya. Dari temuan di lapangan, di wadah minuman yang dibagikan tersebut ada stiker caleg. "Ini yang kita dalami apakah ada unsur pidananya di situ. Kita akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu," terang Corri.

Dia menyebutkan, caleg yang diduga melakukan pembagian minuman tersebut dari DPRD provinsi. Namun, Corri tidak bersedia menyebutkan nama caleg tersebut. "Kita tunggu saja biarlah berproses dulu di kita. Tentunya Bawaslu akan bekerja sesuai aturannya," imbuh Corri.

Selain kasus itu, diakui ada empat temuan lagi laporan yang masuk ke Bawaslu Kabupaten Bangka. Ditegaskan, Bawaslu akan menindaklanjuti jika ada laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang terjadi di Pemilu 2019.

"Tentunya ini menjadi komitmen kita bersama. Masyarakat ketika ingin melaporkan maka syarat materiil dan formilnya harus terpenuhi juga tidak asal melaporkan," jelasnya. Oleh karena itu ia mengimbau, kepada para caleg dan partai politik untuk menjaga agar suasana aman dan damai sehingga Pemilu 2019 dapat berjalan demokratis. Dia juga mengharapkan masyarakat menjadi pemilih yang cerdas karena masa depan negara dan daerah ditentukan pemungutan suara pada 17 April 2019 nanti.

Dukungan

Dugaan adanya tindak pelanggar-an Pemilu 2019 tidak saja menyasar caleg. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga akan dimintai klarifikasi oleh Bawaslu terkait acara deklarasi pemenangan capres nomor urut 01, Jokowi-Amin di Magelang, pada Sabtu (26/1/2018). Ganjar pun telah menyatakan kesiapannya menghadiri panggilan Bawaslu bahkan berharap proses pemanggilan itu segera dilakukan secepatnya.

Sebelumnya, Ganjar memimpin deklarasi dukungan terhadap Pemenangan Jokowi-Amin bersama 31 kepala daerah di Solo. Atas hal itu, sejumlah kepala daerah dipanggil Bawaslu untuk dimintai keterangan.

Wali Kota Surakarta Fx Hadi Rudyatmo rupanya juga dimintai klarifikasi oleh Bawaslu Kota Solo terkait kegiatan deklarasi dukungan 31 kepala daerah se- Jawa Tengah tersebut. Divisi Penindakan pelanggaran Bawaslu Kota Surakarta, Poppy Kusuma menyatakan, upaya klarifikasi kepada wali kota itu sebagai penugasan dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, terkait dugaan pelanggaran pidana pemilu.

"Kita pada Jumat (8/2) telah inisiatif datang ke Balai Kota Solo menemui Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo melakukan klarifikasi terkait kegiatan di Hotel Alila pada 26 Januari silam," ujar Poppy.

Ia tidak menjelaskan secara rinci tentang klarifikasi tersebut, dan hanya menyebutkan salah satunya tentang ada tidaknya fasilitas negara yang digunakan untuk memfasiltasi pertemuan 31 kepala daerah tersebut. "Sudah kita kirimkan hasil klarifkasi ke Bawaslu Provinsi. Soal nanti kelanjutannya bagaimana, tanya langsung saja ke sana," tukas Poppy seraya menambahkan Bawaslu Kabupaten/Kota lain di Jateng juga mendapat penugasan yang sama untuk klarifkasi pertemuan deklarasi dukungan 31 kepala daerah itu.(WJ/N-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More