Kamis 14 Februari 2019, 09:15 WIB

Indonesia Maju karena Perempuan Berdaya

Bayu Anggoro | Humaniora
Indonesia Maju karena Perempuan Berdaya

DOK MI
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi

 

PERAN perempuan pengusaha dalam perekonomian dianggap signifikan. Karena itu, kiprah mereka terus ditingkatkan, dengan didukung keberpihakan pemerintah di sejumlah sektor.

Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Nita Yudi menegaskan hal itu saat perayaan hari ulang tahun ke-44 Iwapi di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

"Indonesia akan jadi negara ketujuh ekonomi terbesar dunia pada 2030, dengan syarat memperhatikan pemberdayaan perempuan," katanya.

Ia menyebutkan jumlah perempuan pengusaha di Indonesia cukup banyak. Sebanyak 48,9 juta di antaranya memiliki usaha berskala mikro. Menurutnya, perempuan pelaku usaha memiliki etos kerja yang lebih baik dan lebih disiplin soal pengembalian modal daripada laki-laki.

"Perempuan pengusaha punya NPL (kredit macet) 0%. Jarang mengemplang bank," sebutnya di depan sekitar 2.000 anggota Iwapi dari seluruh Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, sebagian besar keuntungan yang diperoleh perempuan pengusaha akan dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan keluarga dan lingkung-an. "Kalau laki-laki pengusaha, keuntungan yang digunakan untuk anak dan lingkungannya hanya 30%-40%," ujar Nita di acara yang juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu.

Nita pun mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap para perempuan pengusaha, termasuk kerja sama di bidang pertanian yang digagas bersama Kementan.

Dari insting bisnisnya, kerja sama ini memiliki potensi yang sangat besar mengingat jumlah penduduk yang banyak. Pasalnya, 260 juta warga perlu mengisi perut. Selain dari Kementan, Iwapi telah bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM lewat pemberian modal Rp10 juta-Rp13 juta untuk perempuan yang akan memulai usaha.

Kerja sama juga dilakukan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Google, Facebook, dan pasar daring lainnya untuk meningkatkan keterampilan pemasaran berbasis internet. "Kami kerja sama dengan Google di 14 provinsi, dengan Facebook 19 provinsi, dan Kemenkominfo. Di era ini semua sudah harus digital."

Pelatihan pasar daring juga diberikan Iwapi kepada anggotanya, dengan menggandeng sejumlah marketplace. Nita mengimbau pengusaha agar punya banyak toko (daring) sehingga bisa mengurangi beban operasional," serunya.

Bibit gratis

Secara spesifik, Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan kerja sama Iwapi dengan Kementan dilakukan lewat pemberian 25.000 benih pohon jeruk, benih jagung untuk 72 hektare, 500 kambing, dan 5.000 bibit ayam kampung (DoC). "Semuanya diberikan gratis (untuk IWAPI)," kata dia.

Ia menegaskan Presiden Joko Widodo memiliki perhatian yang besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Menurutnya, pergerakan roda ekonomi yang dilakukan kaum hawa telah berdampak besar terhadap perekonomian nasional. "Luar biasa, kalau perempuan Indonesia bergerak bersama-sama, 130 jutaan orang akan mengguncang dunia," katanya.

Selain bibit, Kementan juga menyiapkan 20 juta bibit ayam gratis. (H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More