Tour De Ubud Diyakini Dorong Penguatan Pariwisata Bali

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 11:00 WIB Nusantara
Tour De Ubud Diyakini Dorong Penguatan Pariwisata Bali

MI/RUTA SURYANA

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendukung pelaksanaan Tour De Ubud Garuda Indonesia Series sebagai salah satu upaya penguatan pariwisata Bali.

Hal itu karena event Tour De Ubud itu akan melibatkan berbagai peserta, dari berbagai negara, dari berbagai latar belakang, juga termasuk peserta dalam negeri yang juga berasal dari berbagai latar belakang.  

Lebih jauh, Cok Ace yang didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menyampaikan dilaksanakannya even itu sekaligus merupakan ajang promosi bagi penguatan pariwisata Bali. Hal itu karena rute yang akan dilalui para peserta Tour De Ubud melalui jalur pedesaan dan persawahan yang asri dan indah.

“Tour De Ubud tidak hanya akan jadi even mengasyikkan bagi penghobi olahraga bersepeda tapi juga akan jadi ajang promosi pariwisata Bali. Untuk itu saya minta agar kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Libatkan peserta yang lebih banyak, baik peserta nasional maupun mancanegara,“ imbuhnya.

Baca juga: Harimau Sumatra Berkeliaran di Perkampungan

Regional CEO Garuda Indonesia wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Ngakan Putu Septigraha  menyampaikan kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud komitmen serta dukungan Garuda Indonesia dalam mendorong pariwisata Bali.

Event cross country road bike itu rencananya digelar pada 16 Februari 2019 dan diikuti sekitar 150 peserta dengan mengambil start dari Sanur menuju Ubud melewati daerah pedesaan serta persawahan.  

"Bali tidak hanya indah dengan wisata pantainya, tetapi juga wisata alam lainnya, yaitu pegunungan dan persawahan seperti di Ubud. Saya yakin semua ini akan  memberikan pengalaman tidak terlupakan bagi para peserta, betapa indahnya Bali “ tuturnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More