Ulama Madura ke Istana Klarifi kasi Isu Miring soal Petahana

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 10:15 WIB Politik dan Hukum
Ulama Madura ke Istana Klarifi kasi Isu Miring soal Petahana

Ist

PARA ulama dari Pulau Madura, Jawa Timur, bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, kemarin.

Pertemuan itu  membahas dampak penggratisan akses melewati Jembatan Suramadu hingga mengklarifikasi isu miring.

"Kita ini silaturahim dengan Presiden, ulama se-Madura 135 orang untuk silaturahim menyampaikan bagaimana Presiden menaruh begitu besar perhatian kepada Madura, salah satunya pembebasan atau gratisnya tol. Itu dampak luar biasa pada perkembangan ekonomi," ujar salah satu perwakilan ulama Madura, Muhammad Syafii Rofli.

Para ulama menyampaikan terima kasih kepada Jokowi atas ditekennya keputusan soal Hari Santri Nasional. Mereka juga berharap RUU Pesantren segera disahkan menjadi UU. Syafii mengatakan pertemuan di dalam tidak membahas dukungan di Pilpres 2019.

"Enggak boleh di Istana, tapi kan sudah mengerti, ya," katanya.

Hal yang sama disampaikan Fakhrurozi dari Sampang. Ia bersama ulama Madura lainnya siap membantu Jokowi meluruskan isu hoaks.

"Kehadiran kami di sini bukan dukung-mendukung. Substansinya silaturahim kepada beliau dan mengklarifikasi adanya beberapa berita miring. Jadi, kami ikut membantu meluruskan, tidak hanya hoaks yang berkaitan dengan Pak Jokowi, tetapi dari semua pihak," ujarnya.

Di Jawa Timur, Tim Kampanye Daerah (TKD) juga melakukan konsolidasi di Sampang. Tujuannya memperkuat pemenangan pasangan nomor urut 01.

Pertemuan konsolidasi digelar di empat titik, mulai pesantren hingga bersilaturahim ke beberapa tokoh masyarakat, di antaranya bertemu Pengasuh Ponpes Attaroqqi Tsani KH Muchlis Alawy, para ibu nyai, dan sejumlah tokoh masyarakat. Konsolidasi dipimpin Ketua TKD Jatim Machfud Arifin.

Selain itu, juga digelar konsolidasi tertutup dengan puluhan kiai di Ponpes Darul Ulum. Tampak hadir KH Jakfar Yusuf, KH Lutfillah Ridwan, KH Fauzan Zaini, KH Zubaidi Muhamamad, KH Syafiudin Abdul Wahid, KH Mubasir Mahfud, KH Fauzan Zaini, KH Itqon Busyiri, dan KH Wasi Masrai dll.

Sebelumnya Barisan Lora (kiai muda) di Pulau Madura yang tergabung dalam Himpunan Lora Madura (Hilma) siap memenangkan duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Bersama Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur, Hilma intens menyisir wilayah Madura untuk menggalang dukungan ke pasangan nomor urut 01.

"Mereka punya jaringan luas dengan pesantren masing-masing. Tentu ini kekuatan dalam memperoleh suara," ujar Ketua TKD Jatim Machfud Arifin. (Pol/BN/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More