Kamis 14 Februari 2019, 08:00 WIB

Caleg Gerindra Gantung Diri Diduga karena Pencalegan

Yose Hendra | Nusantara
Caleg Gerindra Gantung Diri Diduga karena Pencalegan

Ilustrasi

 

CALON legislatif (caleg) dari Partai Gerindra, Shanie Fiercelly, ditemukan gantung diri di kamar rumahnya, di Sungai Lundang, Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Rabu (6/3).

Polisi memastikan caleg nomor urut 6 dapil II untuk DPRD Kabupaten Pesisir Selatan itu bunuh diri setelah bertengkar dengan suaminya, Hendra Joni.

Berdasarkan keterangan saksi dan didukung hasil autopsi, Kepala Polsek Koto XI Tarusan Iptu Mh Thamrin mengatakan salah satu motif kasus bunuh diri ini karena Shanie ikut pencalegan. Pengungkapan kasus bunuh diri ini baru dilakukan setelah menerima hasil autopsi dari RS Bhayangkara Padang Polda Sumbar, dua hari lalu.

"Sudah kita ungkap penyebab perkelahian ini, salah satunya nyaleg. Suaminya tidak mengetahui istrinya ikut mencaleg. Suaminya tentu panik karena dia tahu mencaleg itu biaya tinggi, sementara untuk urusan ekonomi rumah tangga susah. Tempat tidurnya saja tidak layak," terang Thamrin, kemarin.

Berdasarkan penyelidikan, pasangan itu sudah sering berantem, terlebih setelah Shanie ikut pencalegan. Kondisi ekonomi keluarga mereka memang payah. Hendra diketahui tidak punya pekerjaan tetap. Rumah disulap jadi warung. Itu pun tidak banyak barang yang dijual.   

"Rumahnya dilihat sepintas memang seperti warung, tapi tidak ada isinya," ujar Thamrin.
Kapolsek mengatakan, sebelum bunuh diri, Rabu (6/2), sekitar pukul 21.30 WIB, Shanie bertengkar hebat dengan Hendra yang disaksikan anak mereka, I, 12. Pertengkaran itu, jelas Thamrin, berakhir dengan pemukulan. "Sebelum gantung diri, Shanie berantem dengan suami. Itu dilihat langsung oleh anak kandungnya," jelasnya.

Setelah berantam, sambung Thamrin, Hendra keluar rumah, sedangkan Shanie pergi ke kamar dan menyuruh I yang sedang berada di dalam untuk keluar.
"Shanie lalu mengunci pintu kamar. Kata terakhir yang didengar oleh sang anak, 'ini yang dimau oleh bapakmu'," beber Thamrin.

Polisi kemudian menetapkan Hendra sebagai tersangka dengan dugaan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan.

Untuk kasus kekerasan dalam rumah tangga, Hendra dijerat dengan Pasal 44 UU No 23 Tahun 2004 Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, sedangkan untuk kasus penganiayaan Pasal 351 KUHP.

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan DPC Gerindra Pesisir Selatan. "Kata pengurus DPC Gerindra Pesisir Selatan ini ialah urusan pribadi beliau, kemungkinan ada masalah pribadi. Saat ini kami menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian," ujarnya. (YH/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More