Badan Karantina Cegah Penyebaran Penyakit Brucellosis pada Sapi

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Rabu, 13 Feb 2019, 14:45 WIB Humaniora
Badan Karantina Cegah Penyebaran Penyakit Brucellosis pada Sapi

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

BADAN Karantina Pertanian memusnahkan satu sapi yang terdeteksi mengidap penyakit Zoonosis Brucellosis SP.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut ke lingkup yang lebih luas.

"Sapi itu langsung kami potong bersyarat. Pemotongan dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan berbagai faktor seperti kemungkinan tercemarnya lingkungan," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil melalui keterangan resmi, Rabu (13/2).

Ali mengatakan kehati-hatian dalam pemotongan wajib dilakukan untuk mencegah tercecernya cairan exudat dan sarang-sarang nekrose dari organ-organ viseral.

"Setelah dipotong dengan hati-hati, seluruh organ visceral limfoglandula dan tulang harus dimusnahkan," jelasnya.

Baca juga: Nelayan Sukabumi Temukan Hiu Paus Terdampar di Palabuhanratu

Brucellosis adalah penyakit bakterial yang menginfeksi sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.

Di Indonesia, brucellosis paling umum ditemukan pada ternak sapi dan sering dikenal sebagai penyakit keluron menular.

Penyakit itu, sambungnya, bersifat zoonosis yang dikenal sebagai undulant fever karena menyebabkan demam yang naik-turun.

Brucellisis juga bisa menyebabkan hewan betina mengalami aborsi dan retensi plasenta. Sedangkan dampak lain pada binatang jantan bisa menyebabkan orchitis dan infeksi kelenjar asesorius.

Penyakit tersebut jelas berbahaya karena mengancam populasi sapi sebagai salah satu sumber protein di dalam negeri. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More