KPK Cermati Fakta Sidang terkait Nasir Djamil

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Selasa, 12 Feb 2019, 22:40 WIB Politik dan Hukum
KPK Cermati Fakta Sidang terkait Nasir Djamil

ANTARA FOTO/Ampels

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri dugaan aliran dana kepada anggota DPR Komisi III dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil sebagaimana fakta persidangan kasus suap Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf Senin (11/2) kemarin.

"Memang ada beberapa nama yang muncul kemarin serta keterangan saksi yang dikonfirmasi oleh JPU terkait catatan catatan yang diperoleh dari penggeledahan sebelumnya. Beberapa nama itu muncul termasuk nama anggota DPR Nasir Djamil. Karena ini fakta persidangan, sama seperti kasus-kasus yang lain. Tentu JPU (jaksa penuntut umum) akan menganalisis terlebih dahulu," tutur Febri di Jakarta, Selasa (12/2).

Meski begitu, Febri juga mengungkapkan bahwa saksi dalam persidangan mengungkapkan uang tersebut memang tidak diserahkan langsung kepada Nasir Djamil, namun melalui asistennya. Namun menurut Febri hal terebut tidak sertamerta membuat KPK langsung membuka penyidikan baru.

Febri menjelaskan fakta-fakta sidang tersebut memiliki dua kepentingan, pertama untuk pembuktian perkara yang melihatkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan kawan kawan. Kedua fakta sidang tersebut akan digunakan untuk melihat kemungkinan pengembangan perkara dengan dasar fakta persidangan yang ada.

Febri menekankan bahwa pihak KPK juga perlu melihat fakta sidang tersebut dengan kesesuaian kesaksian dari saksi satu dengan lainnya serta bukti bukti lainnya sebelum memulai pengembangan perkara baru. Sebab menurut Febri pada fakta sidang kemarin tidak eksplisit menyebutkan bahwa Nasir Djamil menerima uang tersebut.


Baca juga: PKS akan Panggil Nasir Djamil untuk Klarifikasi


"Nama itu memang muncul disidang kemarin, namun apakah uang yang diberikan kepada asisten tersebut kemudian diberikan kepada Nasir Djamil itu belum muncul di fakta persidangan, karena itu terlalu dini menyimpulkan apakah ada penyelenggara negara yang menerima uang 1 miliar atau ratussan juta rupiah. Selain itu pokok perkaranya masih pada kasus irwandi yusuf dan kawan kawan dan KPK masih akan fokus ke sana terlebih dahulu," pungkas Febri.

Sebagaimana diberitana, dugaan aliran dana kepada Nasir Djamil terungkap saat pengusaha asal Aceh, Dedi Mulyadi memberikan kesaksian atas terdakwa Irwandi Yusuf. Dedi Mulyadi yang juga sebagai Direktur PT Kenpura Alam Nangro mengatakan telah menyerahkan uang Rp1 miliar tersebut.

Sebelumnya, Irwandi Yusuf didakwa menerima suap Rp1,05 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Suap tersebut diberikan melalui staf dan orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Sebelumnya, Ahmadi mengusulkan kontraktor yang akan mengerjakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Bener Meriah. Proyek itu akan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018. DOKA untuk Kabupaten Bener Meriah sebesar Rp108 miliar. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More