Selasa 12 Februari 2019, 20:29 WIB

Asosiasi Logistik : Tarif Tol Turun Boleh, Subsidi Jangan

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Asosiasi Logistik : Tarif Tol Turun Boleh, Subsidi Jangan

ANTARA FOTO/Syaiful Arif/hp.

 

ASOSIASI Logistik Indonesia (ALI) meminta pemerintah menghapus opsi skema subsidi dalam upaya penurunan tarif Tol Trans Jawa untuk angkutan logistik.

Mereka sedianya menyambut baik keputusan pemerintah yang hendak menekan biaya masuk tol, tetapi skema subsidi bukanlah jawaban dari persoalan tersebut.

Ketua Umum ALI Zaldy Ilham Masita mengungkapkan angkutan logistik selama ini sudah menerima banyak manfaat subsidi dari bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Jika pemerintah memutuskan untuk kembali jor-joran memberikan subsidi tarif tol, itu hanya akan membuat sektor logistik semakin manja. Mereka tidak akan berbenah diri untuk menjadi lebih efisien dan berdaya saing.

Dari pada menerapkan skema subsidi, Ilham menilai pemerintah sebaiknya mengoptimalkan regulasi terkait larangan angkutan dengan muatan berlebih atau over dimension over load (ODOL).

Baca juga : Kalla Sebut Tarif Tol Trans Jawa masih Wajar

Ilham mengatakan sebagian besar angkutan logistik truk di Indonesia, dalam proses operasional, itu berlebihan muatan.

Sedianya, perusahaan memaksakan memuat barang berlebih untuk memperoleh efisiensi biaya distribusi dalam satu kali perjalanan.

Tetapi, menurut Ilham, itu malah membuat perusahaan mengalami kerugian besar. Pasalnya, ketika membawa muatan berlebih, truk tidak akan bisa berjalan cepat, sehingga akan membutuhkan bahan bakar lebih banyak.

Selain itu, karena ODOL pula, truk akan lebih sering mengalami kerusakan sehingga biaya perawatan akan lebih besar setiap tahunnya.

"Kalau tidak ODOL, truk bisa lebih efisien dari segi operasional dan perawatan. Biaya itu akhirnya bisa dialihkan untuk membayar tarif tol," jelas Ilham kepada Media Indonesia, Selasa (12/2).

Di sisi lain, dengan tidak adanya truk ODOL, kualitas jalan tol akan bertahan lama, tidak akan sering mengalami kerusakan.

Artinya, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan mengalami efisiensi dari segi pemeliharaan jalan.

"Kalau truk ODOL tidak ada, BUJT bisa irit dari segi pemeliharaan. Mereka semestinya mengambil keuntungan dari situ, tanpa perlu menetapkan tarif tinggi," lanjutnya.

Jadi, lanjutnya, skema pengoptimalan sanksi bagi angkutan logistik ODOL bisa menjadi pilihan yang menguntungkan semua pihak. (OL-8)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Sembawa Jadi Penyangga Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 15:15 WIB
Ketut menerangkan, jumlah kelompok yang telah dibina dan diberikan hibah unggas lokal di Provinsi Kalimantan Tengah adalah 50 kelompok...
DOK KEMENTAN

Benih Inpara 2 Jadi Primadona Produksi Padi di Lahan Rawa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 13:15 WIB
Apapun cara yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian, akan ditempuh demi menjaga ketahan pangan terlebih di masa pandemi Covid-19...
Dok: biro setpres

Jokowi Yakin Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi di 2045

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 12:40 WIB
Meski sudah memasuki status ekonomi menengah ke atas, Presiden meminta Indonesia harus selalu berbenah agar tidak terjebak dalam status...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya