Rabu 13 Februari 2019, 01:00 WIB

Menanti Kejutan di Johan Cruijff Arena

Satria Sakti Utama | Sepak Bola
Menanti Kejutan di Johan Cruijff Arena

PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP

 

SAAT tidak ada Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo, banyak pihak menilai Real Madrid akan sulit kembali mengukir prestasi di Liga Champions. Namun, kehadiran pelatih anyar Santiago Solari sedikit demi sedikit memudarkan keraguan tersebut.

Los Blancos, julukan Real Madrid, sempat limbung di awal musim karena masa transisi yang buruk pada periode kepemimpinan Julen Lopetegui. Akan tetapi, sejak Solari mengambil alih kursi kepelatihan akhir Oktober 2018, Madrid mulai seimbang.

Solari mencatatkan rasio kemenangan mencapai 76% setelah mengunci 19 hasil positif dalam 25 laga. Terakhir, Karim Benzema dan kolega sukses menahan imbang Barcelona di Camp Nou pada ajang Copa del Rey plus mengalahkan rival sekota Atletico Madrid 3-1 di pentas La Liga Spanyol akhir pekan lalu. Hasil itu membuat kepercayaan publik Santiago Bernabeu kembali meninggi.

Selain itu, Real Madrid merupakan tim tersukses di Eropa dengan catatan 13 gelar Liga Champions Eropa. Empat titel terakhir di kejuaraan tersebut diraih hanya dalam waktu lima tahun terakhir, tiga di antaranya didapatkan secara beruntun.

"Menjuarai Liga Champions empat kali berulang? Bukan hal yang mustahil untuk Real Madrid. Sepak bola merupakan penyedia harapan dan mimpi dari yang Mahakuasa. Terkadang mimpi dan harapan itu tak menjadi kenyataan, tapi sepak bola membuat Anda memulainya lagi untuk mendapatkan kesempatan," kata Solari.

Keyakinan itu pula yang dimiliki Real Madrid saat harus melawat ke kandang Ajax Amsterdam dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions dini hari nanti di Stadion Johan Cruijff Arena. Meski demikian, Solari tak ingin anak asuhnya tinggi hati.

Tim berjuluk de Amsterdammers tersebut dinilainya bisa memberikan ancaman. Diisi pemain-pemain muda bertalenta, seperti Matthijs de Ligt, Kasper Dolberg, atau Frenkie de Jong, Ajax tak bisa serta-merta dipandang sebelah mata.

Tim asuhan Erik ten Haag itu telah memperlihatkan kekuatan dengan dua kali menahan Bayern Muenchen di penyisihan grup. Ajax juga tak terkalahkan jika bermain di kandang sendiri pada ajang Liga Champions Eropa musim ini.

"Ajax dikenal dengan pekerjaan hebat mereka pada sistem akademi usia muda. Mereka selalu berkomitmen mendukung itu. Itulah cara mereka bekerja sejauh ini. Laga ini akan sulit karena nyatanya mereka sangat kompetitif," kata Solari.

Mencoba bangkit
Namun, persiapan Ajax menghadapi laga berat kali ini sedikit terusik dengan kekalahan 0-1 dari Heracles di kompetisi Eredivisie. Bek muda Matthijs de Ligt pun mengingatkan rekan-rekannya agar tak melakukan kesalahan sekecil apa pun ketika menghadapi Madrid.

"Kami tidak dapat berharap untuk bermain seperti saat melawan Heracles. Jika kami melakukannya, kami akan dicincang oleh Madrid. Apa yang kami tunjukkan melawan Heracles merupakan hal memalukan," kata De Ligt.

Gelandang Dusan Tadic juga memilih tetap berpikir positif. "Saya yakin kami masih bisa mengalahkan siapa pun. Orang lain mungkin berbicara tentang betapa buruknya kami bermain sekarang, tetapi kami harus keluar dan menunjukkan bahwa kami masih bisa melakukannya," kata Tadic. (AFP/Goal.com/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More