Selasa 12 Februari 2019, 11:00 WIB

BEI: Bali United Juga Berniat IPO

Antara | Ekonomi
BEI: Bali United Juga Berniat IPO

Wikipedia

 

SETELAH Persija, Bali United juga menyampaikan niat untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).
 
Kendati demikian pihak Persija belum menemui Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyampaikan rencananya melantai di bursa. Sementara Bali United sudah menyampaikan rencana IPO secara lisan.
 
"Persija belum ke IDX. Bali United sudah menyampaikan rencana secara lisan, namun belum menyampaikan dokumen," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya kepada awak media melalui pesan singkatnya di Jakarta, Senin (11/2). 

Terkait rencana IPO Bali United, Nyoman menuturkan, pembicaraan dengan BEI lebih banyak terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat masuk ke bursa saham.
 
"Skema belum dibahas. Mereka lebih banyak mendiskusikan pemenuhan persyaratan," kata Nyoman.

 

Baca juga: Persija Mau Melantai di Bursa, BEI Siap Bantu
 
Direktur Utama PT Persija Jaya Jakarta (Persija) Kokoh Afiat sebelumnya mengatakan Persija akan melantai di bursa saham dengan melakukan IPO sebelum akhir Desember 2019. Dengan berada di bursa saham, Persija berharap dapat menambah pundi-pundi pendapatan mereka yang beberapa tahun terakhir dinilai "merah".
 
BEI sendiri telah menyatakan siap mendukung dan membantu rencana Persija melantai di bursa saham pada tahun ini. Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menyambut baik rencana penawaran umum perdana (IPO) Persija tersebut dan menilainya sebagai sebuah langkah maju dan bisa menjadi pionir serta inspirasi bagi klub sepakbola Indonesia lainnya.
 
Dengan menjadi perusahaan terbuka yang tercatat di bursa, hal tersebut tidak hanya dapat mendorong kinerja Persija tapi juga diharapkan dapat meningkatkan aspek tata kelola dan akuntabilitas di mata publik. (Medcom/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More