Christine Hakim: Jokowi Mendekatkan yang Jauh

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Selasa, 12 Feb 2019, 09:05 WIB Hiburan
Christine Hakim: Jokowi Mendekatkan yang Jauh

DOK TKN

PESAN kebhinekaan disampaikan langsung oleh Christine Hakim dalam pertemuan dengan warga Indonesia pendukung Jokowi - KH. Ma’ruf Amin di South Philly, Philadelphia, Amerika Serikat. 

Warga Indonesia di luar negeri diharapkan untuk berperan aktif dalam pemilu ini. 

“Karena Jokowi, yang jauh menjadi dekat. Jokowi menjadi benang merah yang menyatukan kita. Merajut masa depan bersama untuk Indonesia lebih baik, Indonesia Maju,” ungkap Christine Hakim, Minggu (10/2) waktu setempat, seperti dilansir keterangan resmi, Selasa (12/2).

Pertemuan yang berlangsung tiga jam ini berlangsung dengan hangat. Warga Indonesia setempat mengungkapkan kegundahannya terhadap kinerja Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) di Amerika Serikat. Saat ini ada 500-600 orang Indonesia di Philadelphia yang belum mendapatkan konfirmasi telah terdaftar Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Hasil Luar Negeri (DPTHPLN). 

 

Baca juga: TKN ke Philadelphia, WNI di Philly Takut nyoblos

 

Sementara satu orang mendapatkan surat klarifikasi, beberapa yang lainnya tidak. Warga mulai gelisah akan terjadi kecurangan. Pasalnya di 2014, pemilih Joko Widodo - Jusuf Kalla di Pantai Timur Amerika Serikat mencapai 93%. Mereka mengharapkan kejelasan KPU dalam mengurus daftar pemilih. 

Rombongan TKN yang datang di minggu sore ini terdiri dari Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, aktris legendaris Christine Hakim dan Lathifa Al Anshori, Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan. 

Di akhir sesinya, Christine Hakim menanggapi masalah semakin tingginya intoleransi di Indonesia. 

“Urusan kita sama Tuhan itu urusan kita masing-masing. Tapi masalah kebhinekaan itu harus kita jaga bersama-sama,” pungkasnya. (RO/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More