Bangun Sumber Daya Manusia Unggul melalui Pendidikan

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Selasa, 12 Feb 2019, 09:00 WIB Advertorial
Bangun Sumber Daya Manusia Unggul melalui Pendidikan

MI/ROMMY PUJIANTO

INDONESIA merupakan negara yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya budaya.

Pemanfaatan kedua hal tersebut hanya akan maksimal jika dikelola dan dibangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Kita memiliki modal manusia yang sangat banyak.

Pada tahun ini, penduduk Indonesia mencapai 268 juta jiwa. Jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 285 juta jiwa pada 2025, atau naik sekitar 17 juta jiwa hanya dalam waktu 6 tahun. Angka ini terus bertumbuh dan diperkirakan menjadi 306 juta pada 2035.

"Menjadikan Indonesia negara besar dengan SDM unggul dan produktif ialah kewajiban semua pihak. Sektor pendidikan yang kita tangani hanya salah satunya tetapi merupakan sektor sentral. Wajib bagi negara untuk memastikan layanan pendidikan tersedia tidak hanya secara merata, tetapi juga berkualitas. Perlu ditekankan bahwa kita tidak hanya ingin penduduk Indonesia lama sekolahnya, tetapi juga yang tak kalah penting, yaitu memastikan yang diperoleh dari proses pembelajaran, memadai, dan bermakna,” papar Mendikbud Muhadjir Effendy pada sambutan dan pengarahan teknis Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Kemendikbud 2019 di Pusdiklat Kemendikbud, Sawangan, Depok, Jawa Barat, tadi malam.

Muhadjir menyatakan layanan pendidikan juga harus disediakan sejak usia dini sampai dewasa untuk memungkinkan terjadinya menuntut ilmu sepanjang hayat. Pendidikan dan pengasuhan anak usia dini sangat penting.

Usia dini merupakan masa emas karena periode itulah return on investment tertinggi dari semua investasi yang diberikan pada siklus hidup manusia. Masa itu juga masa kritis, karena jika tidak ditangani dengan baik, potensi mereka akan terbuang begitu saja.

"Karena itu, Indonesia sepakat untuk memastikan sampai 2030 kita harus mengupayakan agar semua anak mendapat layanan PAUD minimal satu tahun sebelum mereka masuk SD. Tidak hanya itu, memastikan anak usia 0-5 tahun mendapat pengasuhan yang baik juga menjadi tugas kita. Pendidikan keluarga menjadi bagian yang sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang anak Indonesia," cetusnya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengingatkan membangun manusia tidak sebatas kemampuan inteligensia, tapi juga mencakup rasa, norma, dan karakter. Pada konteks saat ini, pembangunan kecakapan abad ke-21 penting agar manusia Indonesia menjadi manusia seutuhnya. Tidak hanya cakap secara individu, dia juga produktif, cakap bersaing di tingkat regional dan global, serta tetap menanamkan kearifan dan budaya Indonesia.

Lebih lanjut, Muhadjir mengemukakan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sudah disahkan. Sekarang berbagai regulasi turunannya sedang diselesaikan dan sangat diharapkan semuanya dapat menjadi landasan untuk memajukan kebudayaan, melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

Muhadjir menegaskan, membentuk manusia Indonesia yang berbudaya merupakan tujuan dari pendidikan nasional sebagaimana dicantumkan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.

Karena itu, harus dipastikan bahwa proses pembelajaran di satuan pendidikan diarusutamakan pada pembentukan manusia yang berbudaya.

Pameran RNPK
Ketua Panitia RNPK Kemendikbud 2019, Didik Suhardi, dalam laporannya menjelaskan bahwa kali ini pihaknya menampilkan pameran pendidikan dan kebudayan yang menampilkan praktik-praktik baik sebanyak 78 stan.

“Praktik-praktik baik dan hasil yang kita capai di dunia pendidikan dan kebudayaan perlu kita lihat bersama dalam RNPK 2019 bahwa kita telah berbuat," ucap Didik Suhardi yang juga Sekjen Kemendikbud.

Tujuan RNPK setiap awal tahun digelar agar seluruh pemangku kepentingan dapat berdialog, berdiskusi, dan menetapkan komitmen agar program kerja di akhir tahun dapat dilaksanakan dengan baik.

“RNPK ingin memperkuat sinergi dan memberi kontribusi positif terhadap penguatan pendidikan dan pemajuan kebudayaan Indonesia," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud Muhadjir membuka dialog tanya jawab dengan peserta RNPK . Di antaranya, muncul pembicaraan tentang keberadaan guru honorer yang terus diperhatikan pemerintah yang kini diupayakan jalan keluarnya melalui pegawai pemerintah berdasarkan perjanjian kerja (P3K).

RNPK 2019 dihadiri 1.300 peserta pemangku pendidikan dan kebudayaan dari setiap provinsi, kabupaten, kota, hingga atase pendidikan dan kebudayaan yang bertugas di luar negeri. RNPK 2019 digelar pada 11-13 Februari 2019.

Dijadwalkan Presiden Joko Widodo hadir dan membuka RNPK 2019 pada hari ini. Tema besar yang diusung RNPK kali ini sama seperti tahun lalu, yaitu Menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan. (S4-25)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More