Selasa 12 Februari 2019, 06:30 WIB

Perempuan dan Rap Kuasai Panggung

Zubaedah Hanum | Weekend
Perempuan dan Rap Kuasai Panggung

Grafis MI

PANGGUNG Grammy Awards 2019 yang digelar di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (10/2) waktu setempat, menjadi milik perempuan. Selain menguasai pertunjukan di panggung, mereka juga mendominasi raihan penghargaan musik paling bergengsi itu.

Penyanyi country Kacey Musgraves, misalnya, berhasil menorehkan prestasi dengan meraih 4 nominasi sekaligus. Lalu, penyanyi berdarah Kosovo, Dua Lipa, didapuk sebagai best new artist.

Saking terharunya, Dua Lipa mengambil pialanya dari ta-ngan pembaca nominasi. Piala kedua didapatnya pada ka-tegori best dance recording untuk electricity.

“Saya kira saya ingin memulai dengan mengatakan betapa tersanjungnya saya dinominasikan bersama begitu banyak artis perempuan luar biasa tahun ini karena saya kira tahun ini kami benar-benar telah melakukan kemajuan,” ujar penyanyi berusia 23 tahun itu.

Pada kategori new artist, enam dari delapan nomine merupakan musisi perempuan. Adapun lima dari delapan ­nomine untuk kategori best album juga artis perempuan.

Untuk kategori song of the year, lima dari delapan nomine diisi lagu dari musisi perempuan. Lalu kategori record of the year tahun ini, ada lima penyanyi perempuan yang masuk dalam nominasi.

Sejarah baru juga tercipta di panggung Grammy Awards 2019 dengan terpilihnya Cardi B sebagai penyanyi solo perempuan pertama yang membawa pulang trofi best rap album.

Sebelumnya pada Grammy Awards 2018, pihak Recording Academy hanya memberikan sedikit tempat dalam daftar nominasi bagi para musisi wanita. Hanya satu penyanyi atau musisi perempuan yang berhasil membawa pulang piala Grammy, yaitu Alessia Cara.

Lagu aliran rap juga menonjol di tahun ini. Salah satunya This is America dari Childish Gambino yang berhasil mencetak sejarah untuk pertama kalinya lagu rap meraih penghargaan record of the year. Penghargaan bergengsi itu biasanya menjadi langganan lagu-lagu aliran pop atau R&B. Tahun lalu, kategori record of the year diraih Bruno Mars lewat 24K Magic.

Gambino yang tidak hadir di acara itu diwakili Ludwig Goranssom, yang memproduksi This is America. “Menciptakan musik dengan Childish Gambino adalah sebuah kebahagian terbesar dalam hidup saya.”

Lagu ini memang telah meng­gemparkan dunia musik pada Mei 2018 saat Gambino merilis musik videonya yang dinilai penuh dengan simbol-simbol rasisme. (Zhi/*/dailymail/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More