Senin 11 Februari 2019, 23:45 WIB

Hampir 79% Media Massa Abal-Abal

*/H-2 | Humaniora
Hampir 79% Media Massa Abal-Abal

ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana

 

JUMLAH media massa di Indonesia diperkirakan mencapai 47 ribu. Hampir 79% merupakan media abal-abal dengan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Akibatnya, masyarakat sering terpapar berita yang tidak benar.

“Saat ini, di Indonesia total jumlah media massa diperkirakan mencapai 47 ribu. Di antara jumlah tersebut, 43.300 media online, sekitar 2.000-3.000 media cetak, sisanya radio dan stasiun televisi. Namun, yang tercatat sebagai media profesional yang lolos verifikasi hingga 2018 hanya 2.400 media,” papar Ketua Dewan Pers Yosep Adi ­Prasetyo dalam diskusi publik bertajuk Memberantas Jurnalis Abal-Abal, di Jakarta, kemarin.

Menurut Yosep, di antara negara-negara ASEAN, hanya di Indonesia yang terdapat media abal-abal. Hal tersebut diketahui setelah Dewan Pers Indonesia bekerja sama dengan media-media di negara-negara ASEAN.

“Modus yang sering kali digunakan media abal-abal tersebut ialah menggunakan nama yang mirip dengan instansi pemerintah ataupun perusahaan pers besar sehingga opini publik mengarah kepada perusahaan pers tersebut. Ini dapat merugikan perusahaan pers lain,” terang Yosep.

Media abal-abal, lanjutnya, juga mendirikan sejumlah organisasi yang kadang digunakan untuk memeras pihak-pihak tertentu. Pendirian organisasi itu dilakukan dengan memanfaatkan kesempatan di tengah ketidakpahaman aparat pemerintah daerah terhadap UU Nomor 4 Tahun 1999 tentang Pers.

Pada kesempatan sama, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, dalam menangani perusahaan media abal-abal yang semakin marak, pihaknya melakukan pendekatan persuasif konservatif sehingga dapat menyelesaikan hingga secara menyeluruh. Direncanakan, akan dibentuk satuan tugas (satgas) khusus sebagai bentuk keseriusan untuk memberantas perusahaan media abal-abal tersebut.

“Kepolisian sangat serius memberantas perusahaan media abal-abal karena media abal-abal telah menyebarkan berita bohong, memeras perusahaan, dan lain-lain sehingga kepolisian merasa perlu membuat satgas antimedia abal-abal,” ujarnya. (*/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More