Senin 11 Februari 2019, 18:58 WIB

DPR Apresiasi Harga BBM Turun

Cahya Mulyana | Ekonomi
DPR Apresiasi Harga BBM Turun

ANTARA

 

KOMISI VII DPR RI mengapresiasi penurunan harga BBM bersubsidi yang telah oleh PT Pertamina (persero). Hal itu bisa menjadi pelajaran buat masyarakat untuk memahami mekanisme pasar dan tidak kaget ketika terjadi kenaikan.

"Penurunan harga BBM patut diapresiasi karena bisa meningkatkan daya beli masyarakat," terang Anggota Komisi VII DPR Kurtubi saat menghadiri rapat kerja dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya penurunan harga BBM baik yang disubsidi maupun tidak merupakan penyesuaian harga dengan harga minyak dunia. Momentum ini harus menjadi pelajaran penting untuk masyarakat terkait penyesuaian harga.

"Sehingga ketika terjadi harga minyak dunia naik dan ada penyesuaian yang mengharuskan badan usaha menaikan harga, masyarakat diak kaget," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi VII lain yakni Ramson Siagian. Menurut dia, pemerintah harus tetap memastikan ketersediaan stok BBM bersubsidi maupun tidak bersubsidi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menambahkan bahwa penyesuaian harga BBM terjadi mengikuti mekanisme pasar minyak dunia. Itu ditambah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

“Selama ini harganya diluar Jamali, itu Rp 6.450 di Jamali Rp 6.550. Nah, kami mendapatkan informasi, harga premium di Jamali disamakan, supaya sama, turun Rp 100,” kata Jonan.

Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM pada 10 Februari 2019. Kebijakan penyesuaian harga menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika.

Penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Untuk wilayah Jakarta, berikut komposisi harga BBM non subsidi yakni, Pertamax Turbo disesuaikan dari Rp12.000 menjadi Rp11.200 per liter, Pertamax disesuaikan dari Rp10.200 menjadi Rp9.850 per liter, Dexlite disesuaikan dari Rp10.300 menjadi Rp10.200 per liter, Dex disesuaikan dari Rp11.750 menjadi Rp11.700 per liter, Pertalite tetap Rp7.650 per liter.

Selain itu, Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali menjadi Rp6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.

Sebagai informasi, harga BBM di beberapa wilayah berbeda karena adanya pemberlakuan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda untuk setiap wilayah. Semua harga BBM ini juga sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Umum sebesar minimal 5% dan maksimal 10% dari harga dasar. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More