Senin 11 Februari 2019, 18:51 WIB

Tekan Disparitas, Formula Harga BBM Diluncurkan

Cahya Mulyana | Ekonomi
Tekan Disparitas, Formula Harga BBM Diluncurkan

ANTARA

 

MASIH adanya disparitas harga yang terlalu jauh antar badan usaha dalam penetapan tarif bahan bakar minyak (BBM), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pun berinisiatif menetapkan formula perhitungan harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menjelaskan pembentukan formula penghitugnan harga jual BBM berdasarkan dari kelayakan eknomi. Formulasi tersebut membuat harga BBM nonsubsidi antara badan usaha tidak terlalu berbeda jauh.

"Sudah kami keluarkan formula dengan kelayakan ekonomi masing-masing jenis bahan bakar tersebut," ujarnya  usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/2).

Selain BBM nonsubsidi pemerintah juga telah menerbitkan formula Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) atau Premium. Atas formula tersebut harga BBM penugasan menjadi lebih mendekati keekonomian.

Baca juga : Rupiah Menguat, Pertamina Turunkan Harga BBM

"Strategi ini kami ambil melihat daya beli dan harga keekonomian. Formula yang ada, sudah cukup, maka penetepannya sekali tiga bulan," pungkasnya.

Formula tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM nomor 19 K/10/MEM/2019 dan berlaku sejak 10 Februari 2019.

Dalam kepmen tersebut ditetapkan harga jual dengan batasan paling rendah 5% dari harga dasar dan paling tinggi 10% dari harga dasar.

Dasar perhitungannya untuk jenis Bensin di bawah RON 95 dan jenis Solar CN 48 dengan rumus batas bawah yakni mean of platts Singapore (MOPS) + Rp952 per liter ditambah margin 5% dari harga dasar.

Sementara untuk batas atas, MOPS ditambah Rp2.542 per liter ditambah margin 10% dari harga dasar.

Adapun, untuk jenis Bensin RON 95, jenis Bensin RON 98, serta jenis Solar CN 51 dan ke atas ditetapkan dengan rumus Batas bawah MOPS ditambah Rp1.190 per liter ditambah margin 5% dari harga dasar.

Batas atas, MOPS ditambah Rp3.178 per liter ditambah margin 10% dari harga dasar. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More