Pelanggan Ojol Keberatan Naiknya Tarif Minimum

Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena Pada: Senin, 11 Feb 2019, 18:01 WIB Megapolitan
Pelanggan Ojol Keberatan Naiknya Tarif Minimum

ANTARA

PERATURAN Menteri Perhubungan (Permenhub) soal tarif minimum ojek daring dianggap memberatkan pelanggannya. Tarif yang semula Rp1.200 - Rp1.600 akan dinaikkan menjadi Rp3.100.

Hal tersebut diamini oleh Nesi, pelanggan ojek daring yang tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan, "ya keberatan lah, kan tiap hari pakai ojek online karena murah, kalo dinaikkin tarifnya jelas gak setuju," ujarnya.

Senada dengan Nesi, Tanziliyah pelanggan ojek daring yang juga tinggal di Pamulang menyatakan tidak setuju bila tarif minimum ojek daring dinaikkan menjadi Rp. 3.100.

"Saya kemana mana naik ojek online, makin gede dong nanti pengeluarannya kalo tarifnya dinaikkin, mending tetep kaya sekarang aja tarifnya," kata Tanziliyah.

Namun pernyataan berbeda terlontar ketika menanyakan hal yang sama kepada pengemudi ojek daring. "Setuju banget saya sih, jadi lebih manusiawi kan tarifnya," kata Adi saat ditemui di depan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat.

Menurutnya tarif yang berlaku saat ini tidak memuaskan pengemudi ojek daring. "Yang sekarang ini kita narik kan cuma ngandelin poin. Kadang juga suka males kalo dapet order yang jaraknya jauh tapi duitnya dikit," tambahnya.

Adi juga menyatakan tidak akan takut kehilangan pelanggan meski tarif minimumnya akan naik. "Ya enggak lah, yakin saya orang tetep milih ojol (ojek online), bisa cepet sampe ke tujuan," terangnya.

Permenhub ojek daring juga disambut antusias oleh pengendara lainnya, Andri, "ya setuju saya kalo emang naik (tarifnya) asal gak pake embel-embel lagi, kayak pajaknya juga ikutan naik," ungkapnya.

Kementerian Perhubungan merancang peraturan untuk menaikkan tarif ojek daring sejak Januari lalu dan diharapkan akan tuntas pada Maret hingga April mendatang. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More