Senin 11 Februari 2019, 14:05 WIB

Persoalan Trans-Jawa Bukan Tarif Semata

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Persoalan Trans-Jawa Bukan Tarif Semata

ANTARA

 

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono menyebutkan persoalan tarif bukan satu-satunya hal yang memicu para sopir truk enggan melewati Tol Trans-Jawa.

"Saya kemarin baca, ada beberapa hal yang membuat bapak sopir truk tetap cinta pada Pantura," ujar Basuki di kantornya, Jakarta, Senin (11/2).

Faktor lain pertama adalah ketersediaan warung kopi. Jika melalui Jalur Pantura, sopir truk memiliki banyak pilihan tempat beristirahat lantaran banyaknya warung kopi yang buka di sepanjang jalan.

Sementara, jika melalui tol, sopir harus menunggu sampai tiba di rest area yang jumlahnya terbatas.

"Harganya juga berbeda. Di warung kopi paling Rp10 ribu dapat. Di rest area bisa lebih mahal," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Terus Evaluasi Tarif Tol Trans-Jawa

Satu faktor lainnya adalah kekhawatiran sopir jika terjadi insiden di jalan tol. Jika melalui Pantura dan truk mengalami kebocoran ban, Basuki menyebutkan, sopir bisa memperbaiki dimana saja dan mudah mendapat pertolongan.

"Kalau di tol kan tidak bisa. Harus cari rest area," sambung Basuki.

Hal-hal seperti itu lah yang ke depannya akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan BUJT. Upaya apa saja yang harus dilakukan untuk bisa menarik para pengendara truk melewati Trans-Jawa dengan aman dan nyaman.

"Jadi semua hal itu harus kita perhatikan. Tidak semata-mata ini semua karena tarif," tandasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More