Kalap di Janpath Market

Penulis: (Eno/M-2) Pada: Minggu, 10 Feb 2019, 09:00 WIB Weekend
Kalap di Janpath Market

MI/RETNO HEMAWATI

JIKA Anda hanya punya waktu dua jam di New Delhi, India, berkunjunglah ke Pasar Janpath atau Janpath Market. Pasar ini dibuka pada pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat.

Di sana, Anda bisa membeli beragam tanda mata khas India, pernak-pernik mungil nan lucu, kalung, gelang, anting-anting, tas tangan, taplak meja, atau kain. Untuk jenis kain tentu saja ragamnya lebih banyak secara fungsi, syal, baju, atasan, bawahan, kain sari, apa pun ada.

Pedagang biasanya akan menawarkan harga dagangan mereka sangat tinggi, tetapi tawarlah dengan harga yang pantas. Umumnya mereka akan melepas dengan harga berkisar 30% hingga 50% lebih murah dari harga yang ditawarkan.

Salah satu teman yang juga turut berbelanja, kalap di Pasar Janpath, dia membeli tas mungil dengan hiasan bebatuan warna-warni seharga 200 rupee atau Rp40 ribu per buah. Alhasil, dia memborong hingga memenuhi koper yang memang masih kosong disediakan untuk oleh-oleh.

Banyak pula yang membeli syal. Untuk ini tentu saja ada kualitas ada harga bagus pula. Untuk kain yang halus dengan sulaman tangan, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Berbeda dengan syal yang dicetak menggunakan mesin.

Jika Anda ingin berkeliling pasar ini, bisa juga dengan menyewa sepeda. Ini sepeda kayuh biasa, tapi masih tampak kinclong dengan harga sewa 60 menit sebesar 10 rupee untuk member, atau 15 rupee untuk nonmember. Lokasi penyewaannya tepat berada di gerbang Janpath Market, seberang kedai McDonald.

Jangan khawatir jika tiba saatnya Anda membutuhkan kamar kecil. Kini, keberadaan kamar kecil di India sudah mulai tertata rapi. Bahkan, di tempat umum seperti pasar ini, kamar kecil mereka sangat terawat. Jauh dari bayangan kumuh dan bau. Airnya jernih, bersih, dan tidak membuat Anda perlu menutup hidung sama sekali. Namun, jangan lupa siapkan 5 rupee untuk sekali menggunakan fasilitas tersebut.

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More