Anak Kecil Murni dan tidak Bisa Direkayasa

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Sabtu, 09 Feb 2019, 23:40 WIB Politik dan Hukum
Anak Kecil Murni dan tidak Bisa Direkayasa

Ist

CALON wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menanggapi video anak berkebutuhan khusus yang merengek meminta digendong Presiden Joko Widodo. Dia menilai video itu menunjukkan kecintaan warga kepada pemimpinnya.

“Bagus itu. Anak kecil enggak bisa direkayasa,” kata Ma’ruf.

Menurut dia, kejadian ini berbeda dengan seorang ibu-ibu yang merengek menangis meminta berfoto dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Ibu itu calon legislator (caleg) dari partai pendukung Sandi.

“Anak kecil natural, ke­cuali orang tua bisa pura-pura ­nangis akting. Anak kecil enggak akting. Natural, bagus sekali,” ucapnya.

Saat kunjungan kerja ke Cianjur, Jawa Barat, seorang anak berkebutuhan khusus berteriak memanggil Presiden Jokowi di Pondok Pesantren Al-Ittihad, Jumat (8/2).

 “Pak, Pak, Bapak,” teriak anak berusia 8 tahun yang sedang digendong ibunya.

Teriakan anak itu didengar Jokowi dan meminta sang ibu menghampirinya. Raffi bergerak ke arah Jokowi dan langsung meminta digendong. Anak berusia 8 tahun itu pun memeluk Jokowi dan meminta ibunya memotretnya.

Si bocah yang belakangan diketahui bernama Raffi Ahmad Fauzi rupanya tak menyia-nyiakan kesempatan emas. Begitu dipeluk Jokowi, si bocah balas mendekap-dekap tokoh yang wajahnya sering dia lihat di layar televisi itu.

“Sudah, sudah. Sudah dipeluk dan difoto, kan?” ucap seorang pria di dekat Jokowi.

Terus mengalir
Di Jakarta, dukungan untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin terus mengalir deras. Gaya kampanye yang santun, bijaksana, dan penuh keteladanan serta mengedepankan program menghadirkan simpati masyarakat yang sangat besar.
Sabtu subuh kali ini giliran Forum Santri Indonesia (FSI) DPD Jawa Barat yang datang.

Dipimpin langsung Ketua Umum DPD Jabar Dadan Tri Yudianto beserta pengurus lengkap. Ikut mendampingi Ketua Umum DPP FSI Iwan Ari Kurnia.

“Santri ikut apa kata Kiai. Sami’na wa atho’na. Nah, saat ini Kiai Santri maju sebagai cawapres 01 mendampingi Joko Widodo. Jadi, hukumnya fardu ain untuk memilih Kiai. Dosa kalau berpaling ke lain hati,” kata Dadan.

“Bukan 100% lagi, 1.000% FSI akan total mendukung Ma’ruf Amin. Bukan saja untuk pribadi, santri juga harus total mengampanyekan Kiai­nya untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019. Di mana pun Ma’ruf Amin berada, santri siap siaga jiwa dan raga. Santri mengaji, santri mengabdi untuk Kiai,” Iwan Ari Kurnia menambahkan.

Ma’ruf Amin bahagia mendapatkan dukungan para santri­nya. Ini menambah energinya terus gerilya darat untuk meyakinkan pemilik suara memilih pasangan 01. “Kalau santrinya sudah begitu semangat dan antusias. Kiainya harus lebih semangat lagi. Demi himayatuddin dan hijayatuddaulah,” ujar Ma’ruf Amin.

Dalam rombongan itu ada mantan vokalis grup band ST 12 Charly van Houten yang kini memiliki grup baru bernama Setia Band.

“Jujur saya bukan santri seperti lainnya. Saya santri kilat. Dulu saya nakal, tapi setelah menimba ilmu kepada Habib Ja’far saya banyak mendapatkan keberkahan. Hati menjadi lebih tenang dalam menghadapi persoalan. Berkah kiai kepada santrinya tak ternilai,” Charly menegaskan. (P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More