Hujan Salju Ganggu Ratusan Penerbangan di Jepang

Penulis: Willy Haryono Pada: Sabtu, 09 Feb 2019, 18:53 WIB Internasional
Hujan Salju Ganggu Ratusan Penerbangan di Jepang

Kazuhiro NOGI / AFP

HUJAN salju mengganggu jaringan transportasi udara di Tokyo, Jepang, Sabtu (9/2). Kondisi itu terjadi dua hari usai ibu kota Jepang tersebut dilanda suhu hangat tak biasa di angka 17 derajat celcius di tengah musim dingin.
 
Hujan salju tercatat mengganggu 141 penerbangan dari dan menuju Bandara Haneda serta Narita. Hingga pukul 11.30 waktu setempat, surat kabar Yomiurhi Shimbun melaporkan lebih dari 20 ribu calon penumpang terkena dampak pembatalan penerbangan.
 
Penundaan penerbangan hingga lebih dari dua jam dilaporkan terjadi di Bandara Haneda. Salah satu landasan di Bandara Narita sempat ditutup karena tertutup timbunan salju.

Baca juga: 1904: Perang Jepang-Rusia Dimulai

Tokyo biasa dilanda hujan salju berintensitas tinggi setidaknya satu kali per musim dingin. Namun biasanya, salju dengan cepat mencair dan tidak terakumulasi di tanah. Namun Agensi Meteorologi Jepang mengatakan angin dingin dan sistem udara bertekanan rendah berpotensi bersatu dan membuat hujan salju turun di seantero Jepang akhir pekan ini.
 
Di wilayah Kanto, yang meliputi area Greater Tokyo, salju diprediksi mencapai ketebalan 10 sentimeter di Tochigi, 8 cm di Ibaraki dan Chiba serta 5 cm di Kanagama.
 
Agensi Meteorologi Jepang mengingatkan warga untuk berhati-hati saat berkendara di jalanan bersalju dan mengamati seksama jadwal transportasi publik jika tidak menggunakan kendaraan pribadi.
 
Selain penerbangan, hujan salju juga menggangu jaringan kereta api di ibu kota dan sekitarnya. Kereta api JR Yamanote -- yang memiliki rute memutari Tokyo pusat -- mengalami keterlambatan jadwal keberangkatan dan kedatangan di tengah hujan salju. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More