Marquez Naik Bandros Jelajahi Bandung

Penulis: Ahmad Garuda Pada: Sabtu, 09 Feb 2019, 15:25 WIB Olahraga
Marquez Naik Bandros Jelajahi Bandung

JOSE JORDAN / AFP

USAI menjalani aktifitas sesi tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia, Marc Marquez mengunjungi Bandung, Jawa Barat. Dalam kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (9/2) itu, dia menjajal Bandros, bus wisata di kota tersebut. Ia menyapa penggemar di sepanjang jalan yang dilaluinya.
 
Bandros yang dirancang tidak berjendela membuat Marquez puas melihat isi Bandung di rute sepanjang 16 km yang dilalui.
 
Perjalanan yang dia ikuti dimulai dari Trans Studio Mall di Jalan Gatot Subroto dan ditemani 100 bikers dari komunitas CBR series dan Honda Big Bike Bandung. Mereka menyusuri Jalan Asia Afrika yang terkenal dengan Gedung Merdeka, Jalan Braga, Fiaduck, Wastu Kencana. Mereka juga melintasi Jalan Merdeka, Dago, Dipati Ukur sebelum akhirnya berhenti di Gedung Sate.

Setibanya di Gedung Sate, pebalap Repsol Honda Team ini disambut oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Dady Iskandar.

Baca juga: Marquez Tegaskan Ogah Salaman dengan Rossi

“Senang rasanya karena Bandung selalu masuk dalam daftar kota yang dikunjungi pembalap dunia. Setidaknya ini juga membesarkan harapan kami untuk menggali potensi pembangunan sirkuit berstandar Internasional di Jawa Barat. Banyak sebenarnya lokasi bisa dijadikan sirkuit di wilayah ini. Tapi kami harus melihat lebih jauh tentang regulasi untuk pembangunan sirkuit ini sendiri, karena setahu saya, regulasinya juga cuku ketat,” ujar Ridwan.
 
Tentang lokasinya di mana dan seperti apa detail hingga proses regulasinya, desainernya siapa, pria yang akrab dipanggil Kang Emil itu, belum mau berbicara banyak. (Medcom/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More