Jumat 08 Februari 2019, 22:35 WIB

Bangladesh Hentikan Penyelundupan Puluhan Pengungsi Rohingya

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Bangladesh Hentikan Penyelundupan Puluhan Pengungsi Rohingya

AFP

 

PASUKAN keamanan Bangladesh menghentikan 30 orang pengungsi Rohingya yang rencananya akan diselundupkan ke Malaysia dengan kapal. Para pengungsi tampaknya semakin tergoda melakukan perjalanan ke Asia Tenggara melalui jalur laut, ketimbang bertahan di kamp-kamp kumuh.

Pejabat otoritas setempat mengungkapkan dua tersangka perdagangan manusia ditangkap, dalam operasi yang dilakukan pasukan Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) di distrik Cox's Bazar pada Kamis (7/2) malam.

Sekitar 740 ribu etnis Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, pascaoperasi keras militer pada Agustus 2017. Ratusan imigran bergabung dengan sekitar 300 ribu kelompok minoritas Muslim yang lebih dulu menghuni kamp-kamp pengungsian di Bangladesh. Alhasil, situasi kamp pengungsian melebihi kapasitas.

Puluhan pengungsi yang ditahan di sebuah kota pesisir Teknaf yang berbatasan dengan negara bagian Rakhine, mencakup 17 perempuan, 7 pria dan 6 anak-anak. BBG mengungkapkan penangkapan ini merupakan ketiga kalinya sejak November 2018. Ketika petugas berupaya mencegah pengungsi yang ingin pergi ke Malaysia dengan kapal, lantaran negara tersebut dianggap lebih makmur dan mayoritas penduduk beragama Muslim. Sejumlah kapal juga telah dicegat karena berusaha meninggalkan Myanmar.


Baca juga: 286 Warga Bangladesh akan Dideportasi dari Medan


Kepada AFP, Letnan Kolonel Asadud Zaman Chowdury mengatakan 30 pengungsi Rohingya tergoda oleh tawaran oknum perdagangan manusia yang kerap berkeliaran di kamp pengungsian Cox's Bazar. Para pengungsi, lanjut dia, rela membayar sekitar US$ 1.000 agar tiba di Malaysia dengan aman.

"Pengungsi yang ditahan akan kami kirim kembali ke kamp pengungsian," ujar Chowdury.

Salah satu perempuan dalam kelompok pengungsi yang ditahan, menuturkan dirinya ingin ke Malaysia untuk menikah dengan seorang pria Rohingya yang belum pernah ditemui. "Paman saya yang menyiapkan perjalanan dan membayarnya. Dia bilang calon suami saya sudah menunggu di Malaysia," katanya yang enggan menyebutkan identitas.

Gelombang pengungsi yang tergoda untuk meninggalkan kamp-kamp pengungsian di Bangladesh, dikhawatirkan semakin meningkat. Selanjutnya, mereka bisa melakukan perjalanan lewat jalur laut yang berbahaya menuju Malaysia.

Aksi penyelundupan manusia yang menggiring puluhan ribu pengungsi Rohingya pergi ke Malaysia, mendapat perlawanan dari Bangladesh. Apalagi setelah pihak berwenang Thailand menemukan kuburan massal pengungsi, serta sejumlah kapal yang kelebihan muatan melintasi lautan.

Teluk Benggala, wilayah perairan yang dilintasi kapal untuk mencapai Malaysia, dalam kondisi lebih tenang antara November 2018 dan Maret 2019. Akan tetapi, cuaca yang kondusif mendorong lebih banyak kapal-kapal kecil berani melaut demi menebalkan pundi-pundi.(AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

AstraZeneca Sebut Efektivitas Vaksin Mencapai 90 Persen

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 22:15 WIB
AstraZeneca pada Senin (23/11) mengatakan efektivitas vaksin Covid-19 yang dikembangkannya dapat mencapai 90...
AFP/Maya Alleruzzo dan Bandar Al-Jaloud

Saudi Bantah Pertemuan MBS dengan PM Israel Netanyahu

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 20:50 WIB
Sejumlah media Israel melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Minggu...
AFP

Positif Covid-19 di India Bertambah 44.059

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 19:30 WIB
India memiliki jumlah kasus infeksi virus korona baru tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya