Disabilitas dalam Rupa Emoji

Penulis: Irana Shalindra Pada: Sabtu, 09 Feb 2019, 05:40 WIB Teknologi
Disabilitas dalam Rupa Emoji

Apple mengusulkan 13 emoji baru untuk penyandang disabilitas. Kredit: Daily Mail

Selain emoji terkait dengan aktivitas para disabilitas, ada pula emoji berkenaan dengan menstruasi.

DEWASA ini, semakin banyak orang yang memanfaatkan aplikasi pembawa pesan (chat messenger) untuk berkomunikasi. Bahkan, konon generasi milenial lebih memilih berkomunikasi lewat aplikasi teks untuk percakapan tak tatap muka, ketimbang lewat telepon.

Untuk menyemarakkan percakapan 'tulisan' tersebut, tak jarang emoji digunakan. Pada era kejayaan Yahoo Messenger, kebanyakan emoji berupa bulatan kuning dengan mata dan mulut yang merepresentasikan ekspresi wajah. Kini, jumlah emoji telah bertambah. Rupanya pun sudah sangat beraneka.

Nah, baru-baru ini, Unicode melansir rangkaian emoji termuktahir, atau Unicode Emoji 12.0. Terdapat 59 emoji baru pada versi tersebut, berikut sejumlah tambahan varian untuk emoji yang sudah ada sebelumnya. Dengan begitu, total emoji Unicode kini mencapai 230 karakter.

Yang unik, sebagian besar emoji baru yang disematkan pada versi 12.0 ini berkaitan dengan aktivitas penyandang disabilitas. Umpama, emoji bergambar alat bantu dengar, kursi roda, kaki palsu, maupun anjing pemandu.

Pengadaan emoji tersebut ternyata tidak terlepas dari keluhan Apple kepada Unicode Consortium, organisasi yang menampung usulan terkait dengan pengadaan karakter-karakter emoji baru. 'Menambahkan emoji sebagai simbol pengalaman hidup pengguna membantu menumbuhkan keragaman budaya, yang di dalamnya termasuk para penyandang disabilitas,' begitu pernyataan pihak Apple dalam proposalnya kepada Unicode Consortium, Maret tahun lalu.

Dengan kehadiran Unicode Emoji versi 12.0 yang dilansir awal Februari ini, diperkirakan para produsen ponsel akan menyematkan emoji-emoji baru tersebut pada paruh kedua 2019.

Adanya emoji-emoji yang mengetengahkan karakter-karakter aktivitas difabel tersebut mendapat respons positif dari publik. "Media sosial sangat berpengaruh, dan saya gembira k melihat emoji baru yang inklusif disabilitas ini," kata Phil Talbot dari lembaga amal Scope, seperti dikutip dari BBC.

Ia menambahkan, "Hingga saat ini, masyarakat penyandang disabilitas sangat kurang terwakili. Kami juga ingin melihat representasi yang lebih besar dari para disabilitas di semua bagian media dan media sosial."

Dikemukakan, satu dari tujuh orang di dunia menyandang beraneka bentuk disabilitas.

Pembaruan daftar emoji oleh Unicode Consortium ini merupakan kali keenam. Konsorsium tersebut merupakan organisasi nirlaba yang berbasis di California, Amerika Serikat. Mereka terdiri dari perwakilan perusahaan komputer, pengembang perangkat lunak, dan sektor terkait lain. Tugas konsorsium itu, antara lain untuk memastikan ada 'keseragaman' emoji sehingga berbagai gawai dan aplikasi dapat mengirim dan membaca emoji tersebut, apapun merek maupun platformnya.

Adapun para empunya platform --termasuk Apple, Google, Microsoft, Samsung, Facebook, dan Twitter-- dapat mengutak-atik desain Unicode sesuai dengan keinginan mereka. Namun, tetap harus dipastikan bahwa setiap karakter emoji tersebut dapat dikenali dari satu produk ke produk lainnya.

Serial emoji terbaru yang diluncurkan ini mencakup karakter pria dan wanita dari berbagai etnik yang menggunakan alat bantu disabilitas, di samping juga menyoroti produk terkait secara individual.

Ada pula emoji yang menggambarkan laki-laki/perempuan melambaikan jari di antara telinga dan mulut mereka. Gerakan tersebut merupakan simbol tunarungu dalam bahasa isyarat Amerika.

Emoji-emoji anyar itu didasarkan pada 13 gambar yang diusulkan Apple setelah berkonsultasi dengan Dewan Tunanetra Amerika dan Asosiasi Tunarungu Nasional (AS), serta berbagai organisasi terkait lainnya.

Tambahan penting lain pada jajaran emoji tersebut ialah karakter berupa setetes darah. Karakter itu dimaksudkan untuk mempermudah perempuan berbincang mengenai menstruasi.

Munculnya emoji itu setelah adanya kampanye oleh Plan International UK, sebuah organisasi amal yang fokus pada hak-hak perempuan. Pada 2017, mereka mengadakan survei daring tentang bentuk emoji yang sesuai dengan isu menstruasi.

Hasilnya, gambar sepasang celana dengan tanda darah menjadi gambar yang paling populer. Akan tetapi, gambar tersebut ditolak oleh Konsorsium Unicode, yang kemudian menggantinya dengan gambar setetes darah.

"Selama bertahun-tahun kita telah membungkam dan memperhalus pembicaraan soal menstruasi," kata Lucy Russell, kepala hak perempuan di kelompok itu.

"Emoji tidak akan menyelesaikan ini, tetapi dapat membantu mengubah pembicaraan. Mengakhiri rasa malu di sekitar isu menstruasi dimulai dengan membicarakannya," imbuh dia. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More