Venezuela masih Dihantui Kekacauan

Penulis: (AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-1) Pada: Sabtu, 09 Feb 2019, 04:40 WIB Internasional
Venezuela masih Dihantui Kekacauan

AFP

SEJUMLAH truk yang membawa bantuan kemanusiaan tiba di wilayah perbatasan Venezuela-Kolombia pada Kamis waktu setempat. Bantuan tersebut dibutuhkan penduduk Venezuela yang dilanda krisis berkepanjangan.

Amerika Serikat (AS) beserta negara-negara Amerika Latin dan Uni Eropa, mendesak pemimpin sosialis Nicolas Maduro segera mengadakan pemilihan presiden baru. Dalam pertemuan internasional Grup Kontak di Montevideo, Uruguay, sejumlah negara berkomitmen mencari jalan keluar bagi krisis Venezuela dengan mengusung aspek damai dan demokratis.

Pertemuan internasional bertepatan dengan kedatangan truk bantuan kemanusiaan di wilayah perbatasan Kolombia dengan Venezuela. Bantuan pertama itu berasal dari AS. Konvoi truk yang berangkat dari Bucaramanga, kota di wilayah timur Kolombia, mendapat sambutan hangat dari kelompok imigran.

Sejumlah imigran asal Venezuela berkumpul di Cucuta, Kolombia, berharap mendapat bantuan dari truk yang terparkir di wilayah perbatasan. Dengan lirih, Yajaira Gonzalez memohon kepada Maduro agar membiarkan bantuan makanan dan obat-obatan masuk ke negaranya.

"Tuan Presiden kami sungguh menderita," ujar perempuan berusia 64 tahun, seakan sedang bertemu dengan Maduro.

Dajelys Lopez berusaha mencapai wilayah perbatasan bersama bayinya yang dibawa dengan kereta dorong. Dia berharap mendapat pasokan makanan maupun obat-obatan di wilayah perbatasan, sesuatu yang tidak bisa ditemukan di Venezuela. "Baru saja seorang teman meninggal akibat kejang. Sulit bertahan hidup karena tidak ada obat-obatan," tutur Lopez.

Puluhan pendukung Maduro memprotes intervensi AS di negara mereka. Utusan AS untuk Venezuela, Elliot Adams, mengkritik Grup Kontak dan mendesak negara partisipan menghalangi pemerintahan Maduro, dan hanya berurusan dengan pemerintahan sah di bawah kepemimpinan Guaido.

Menteri Luar Negeri Brasil, Ernesto Araujo, menggambarkan seruan Grup Kontak terhadap pemilihan presiden tidak terlalu berdampak, sekaligus mengklaim adanya ketidakadilan.

Maduro yang mendapat dukungan dari Rusia, Tiongkok, Kuba, Turki, dan Iran, menolak seluruh pengiriman bantuan kemanusiaan dengan dalih membuka jalur bagi invasi militer AS. Dia berulang kali menuduh AS berencana melakukan kudeta.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, juga menuding AS telah melanggar piagam PBB karena menggunakan kekuatannya untuk mengancam Maduro. "Di satu sisi, terdapat sanksi yang dijatuhkan untuk menghalangi ekonomi Venezuela. Tapi, bantuan kemanusiaan malah diusulkan," pungkas Zakharova.

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More