Infrastruktur Cegah Ekonomi Melambat

Penulis: Nur Aivanni Pada: Sabtu, 09 Feb 2019, 02:00 WIB Ekonomi
Infrastruktur Cegah Ekonomi Melambat

MI/MOHAMAD IRFAN

EKONOM A Prasetyantoko mengungkapkan pembangunan infrastruktur menjadi kunci dalam menjaga keta­hanan ekonomi Indonesia dari perlambatan ekonomi global dalam jangka menengah dan panjang. Pasalnya, pembangunan infrastruktur akan meningkatkan daya saing yang kemudian menarik investasi masuk ke Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu cara alamiah membuat ekonomi Indonesia tidak terdampak secara signifikan dengan penurunan ekonomi global,” kata Rektor Unika Atma Jaya tersebut dalam diskusi media dengan tema Pembangunan infrastruktur, di Jakarta, kemarin.

Prasetyantoko menyampaikam daya saing Indonesia saat ini masih rendah. Berdasarkan data dari Global Competitiveness Index 2018, Indonesia berada pada peringkat 45. Padahal, sambungnya, jika Indonesia ingin mencapai kemajuan dalam hal daya saing, pembangunan infrastruktur harus gencar dilakukan.

Selain itu, ia mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi penting agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap. Untuk keluar dari kondisi itu, pendapatan per kapita harus ditingkatkan dengan membuka peluang bagi investor masuk ke Indonesia.

“Untuk meningkatkan pendapatan per kapita kan harus diperluas lagi dengan dunia usaha, dunia usaha akan ada kalau ada investor datang. Investor datang kalau infrastruktur dibenahi,” katanya.

Terkait anggaran yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur, Prasetyantoko menyatakan, masih dalam tahap dikelola dengan baik oleh pemerintah. “Secara umum, manajemen keuangan negara dalam menopang infrastruktur Indonesia masih dalam fase bisa dikelola,” pungkasnya.

Pemerataan
Pada kesempatan sama, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menegaskan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan pemerataan pembangunan, yakni dengan membangun infrastruktur di seluruh Indonesia.

“Presiden berpikir peme­rataan pembangunan harus berjalan, karena itu pendekatan Indonesia sentris dijalankan, bukan hanya Jawa sentris atau Sumatra sentris atau lainnya,” kata Moeldoko.

Ia pun menekankan pembangunan infrastruktur yang dilakukan selama periode Jokowi-JK bukan ditujukan untuk meraup suara dalam Pemilihan Presiden 2019.
 
“Kalau Pak Jokowi hanya berorientasi untuk mencari ­suara di 2019, Pak Jokowi cukup bangun infrastruktur di Jawa aja, nggak perlu bangun di luar. Karena populasi di Jawa lebih besar,” katanya.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi-JK pun, kata Moeldoko, tidak hanya ditujukan pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan infrastruktur sosialnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ialah langkah untuk membangun peradaban manusia di dalamnya.

“Bayangkan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya, ketika dibangun infrastruktur yang memberikan kemudahan atas pelayanan, terjadi konektivitas. Sosial tumbuh dengan baik, ekonomi tumbuh dengan baik, budaya pun akan berkembang baik,” tutup Moeldoko. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More